JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, banjir di Jakarta yang terjadi pada akhir pekan kemarin di luar prediksinya.
Sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
BACA JUGA:Kabar OTT Bupati Pati Sudewo Oleh KPK Menguat, Tapi Senyap di Pendapa hingga Isu Dua Koper di Jaken
BACA JUGA:Tahun Lalu Gagal Dimakzulkan Rakyat, Kali Ini Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK
Diketahui banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta pada hari Minggu, 18 Januari 2026, imbas hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam.
"Kenapa hari Sabtu-Minggu itu tidak kita lakukan (OMC)? Karena memang perkiraan kita itu curah hujannya tidak seperti itu. Curah hujannya ternyata tinggi sekali," kata Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat pada Senin, 19 Januari 2026.
Akibat tidak dilakukan OMC, sebagian besar wilayah Jakarta diguyur hujan lebat dengan intensitas rata-rata di atas 260 milimeter.
Menurutnya, curah hujan pada akhir pekan lalu, menjadi yang paling ekstrem selama dirinya menjabat sebagai gubernur Jakarta.
BACA JUGA:Prabowo Sampaikan Duka atas Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Minta Evakuasi Dipercepat
BACA JUGA:Selain Wali Kota Madiun, KPK Juga Gelar OTT di Pati, Ada Bupati Sadewo?
Pramono mencatat, setidaknya terdapat 22 wilayah Rukun Warga (RW) yang terdampak banjir pada akhir pekan kemarin.
"Curah hujan itu rata-rata 260. Ada bahkan yang sampai dengan 280 dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta," ujarnya.
Pramono menerangkan, untuk mencegah dampak banjir makin parah, dirinya segera memerintahkan untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca pada Minggu siang.
Berkat OMC itu kata Pramono, banjir di Jakarta yang terjadi pada Sabtu-Minggu kemarin tidak berdampak panjang.
BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Skema Pergerakan 525 Kloter Jemaah Haji 2026, Ini Perbedaan Gelombang I dan II
- 1
- 2
- »





