Wonosobo, tvOnenews.com – Aksi nyata menjaga lingkungan dilakukan ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Wonosobo. Mereka menanam ribuan bibit kopi di kawasan Telaga Menjer, Senin (19/1/2026), sebagai upaya mengurangi risiko longsor di daerah rawan bencana tersebut.
Sekitar 350 driver ojol dari berbagai aplikator terlibat dalam kegiatan reboisasi ini. Sedikitnya empat perusahaan aplikator turut berpartisipasi bersama Yayasan Jagat Tunas Bumi (Jatubu) dalam penanaman yang dipusatkan di lereng sekitar Telaga Menjer.
Kawasan tersebut selama ini dikenal rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
Perwakilan Komunitas Driver Online Wonosobo, Affat Fauzi, mengatakan keterlibatan para pengemudi ojol berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya bencana alam yang kerap terjadi belakangan ini.
“Bencana banjir dan longsor semakin sering terjadi. Kami merasa perlu ikut berbuat sesuatu, tidak hanya menunggu,” kata Affat.
Ia menambahkan, kerusakan lingkungan turut berdampak langsung pada aktivitas para pengemudi ojol. Ketika akses jalan terganggu akibat banjir atau longsor, pekerjaan mereka pun ikut terhambat.
“Kalau jalan terendam atau tertutup longsor, otomatis kami juga kesulitan bekerja,” ujarnya.
Affat berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di Wonosobo.
“Harapannya, alam tetap terjaga dan masyarakat bisa terhindar dari bencana,” imbuhnya.
Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi (Jatubu) Wonosobo, Mantep Abdul Ghoni, menjelaskan penanaman pohon di kawasan Telaga Menjer menjadi langkah penting untuk memulihkan fungsi ekologis wilayah tersebut.
“Kalau hanya berhenti di diskusi, longsor akan terus berulang. Hari ini kami memilih bergerak,” tegas Mantep.
Sebanyak 10 ribu bibit kopi arabika varietas sigararuntang ditanam sesuai rekomendasi LMDH. Selain bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar, tanaman kopi dinilai efektif menahan air dan mengurangi laju erosi di kawasan lereng.
Tanaman kopi juga memungkinkan diterapkan dengan sistem tumpang sari, sehingga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain kopi, Jatubu juga menyiapkan berbagai jenis tanaman keras yang tidak diperuntukkan untuk ditebang, seperti kayu putih, kayu manis, gaharu, dan beringin.
“Tanaman-tanaman ini penting untuk menjaga keseimbangan air dan memperkuat struktur tanah,” jelas Mantep.




