HERPES zoster atau cacar api adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster, virus yang sama penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virusnya tidak benar-benar hilang. Ia bisa “bersembunyi” di sistem saraf dan aktif kembali bertahun-tahun kemudian dalam bentuk cacar api.
Masalahnya, risiko reaktivasi virus cenderung meningkat seiring usia karena daya tahan tubuh dapat menurun. Karena itulah, vaksin cacar api sering disarankan sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko sakit sekaligus mengurangi kemungkinan komplikasi yang bisa mengganggu kualitas hidup.
Kapan Waktu Tepat Vaksin Cacar Api?Waktu yang tepat adalah sebelum cacar api muncul, bukan menunggu sakit dulu. Secara umum, vaksinasi dianjurkan ketika:
Baca juga : Dokter Jelaskan Bahaya yang Mengintai saat Terjadi Komplikasi Cacar Api
- Memasuki usia 50 tahun ke atas (risiko shingles meningkat).
- Berusia 19 tahun ke atas dan memiliki kondisi yang membuat sistem imun lemah/akan dilemahkan (misalnya karena penyakit tertentu atau terapi imunosupresif).
Intinya: makin cepat sesuai indikasi, makin baik sebagai upaya pencegahan.
Vaksin Cacar Api Dianjurkan nulai Usia 50 TahunUntuk orang dewasa sehat (imunokompeten), rekomendasi yang banyak digunakan secara internasional adalah 2 dosis Shingrix dengan jarak 2–6 bulan.
Vaksin ini membantu tubuh membangun perlindungan agar reaktivasi virus Varicella zoster bisa ditekan.
Baca juga : IDAI Ingatkan Virus Varicella Bisa Sebabkan Herpes Zoster pada Anak
Usia 19+ Juga Bisa: Siapa yang Perlu?Selain usia 50+, Shingrix juga direkomendasikan pada usia ≥19 tahun untuk mereka yang imunodefisiensi atau imunosupresi akibat penyakit atau terapi.
Pada kondisi tertentu, dosis kedua bisa diberikan lebih cepat, yaitu 1–2 bulan setelah dosis pertama (bila perlu menyelesaikan seri vaksin lebih singkat).
Pernah Cacar Air atau Cacar Api, Masih Perlu Vaksin?Ya, masih dianjurkan. Pernah cacar air (bahkan pernah cacar api) tidak otomatis membuat seseorang kebal seumur hidup. Vaksin dapat membantu mencegah kekambuhan di kemudian hari.
Manfaat Vaksinasi Cacar ApiVaksin herpes zoster tidak hanya menurunkan kemungkinan terkena cacar api, tetapi juga membantu menekan risiko komplikasi, seperti:
- Nyeri saraf berkepanjangan (postherpetic neuralgia)
- Komplikasi di area tertentu (misalnya sekitar telinga/wajah seperti sindrom Ramsay Hunt)
- Risiko komplikasi pada area mata bila shingles menyerang sekitar mata (herpes zoster ophthalmicus)
Walau vaksin pada umumnya aman, tetap ada kondisi yang perlu konsultasi dokter sebelum vaksinasi, misalnya:
- Pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis sebelumnya/komponen vaksin.
- Sedang hamil (umumnya penjadwalan vaksin akan dipertimbangkan dokter).
- Sedang menyusui atau memiliki kondisi medis tertentu, penilaian dokter tetap penting (beberapa rujukan menyebut menyusui bukan alasan menunda bila vaksin memang diindikasikan).
Catatan: Artikel ini bersifat informasi. Untuk keputusan vaksinasi, interval dosis, dan kecocokan dengan kondisi kesehatan, sebaiknya konsultasi langsung dengan dokter.
PenutupCacar api bisa datang “diam-diam” ketika imun menurun, dan dampaknya tidak selalu ringan. Jika kamu sudah masuk usia 50+, atau 19+ dengan kondisi imun tertentu, vaksin cacar api bisa jadi langkah pencegahan yang layak dipertimbangkan bersama dokter. (Halodoc (diringkas & disunting), serta rujukan rekomendasi vaksin dari CDC dan referensi imunisasi lainnya/Z-10)




