Jakarta (ANTARA) - PT Bank DBS Indonesia menargetkan bisnis wealth management dapat tumbuh dua digit pada 2026, tak berbeda jauh dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan pada periode sebelumnya.
“Kalau itu (wealth management) selalu double digit,” kata Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo saat dijumpai media di Jakarta, Senin.
Djoko menjelaskan, perseroan fokus untuk mendorong pertumbuhan bisnis wealth management dilakukan melalui strategi peningkatan penetrasi pasar, baik dari sisi akuisisi nasabah baru maupun penguatan penawaran bagi nasabah eksisting.
Menurut dia, kunci pertumbuhan terletak pada komunikasi produk yang tepat sasaran. Ia pun optimistis, pertumbuhan wealth management tetap mencapai dua digit hingga akhir 2025 dan berlanjut pada 2026.
Baca juga: Dorong perencanaan sejak dini, DBS hadirkan kalkulator retirement goal
Ketika ditanya mengenai peran asuransi terhadap kinerja bisnis, Djoko menyebut bancassurance menjadi salah satu penopang utama bisnis wealth management. Dalam hal ini, catat dia, produk investasi maupun asuransi saling menopang satu sama lain.
Ia juga optimistis bisnis bancassurance dapat mencatatkan pertumbuhan dua digit hingga akhir 2025, terutama didorong oleh premi baru.
Dari sisi produk, bisnis bancassurance DBS Indonesia masih didominasi asuransi tradisional, termasuk endowment, dengan porsi sekitar di atas 70 persen. Sementara sisanya berasal dari produk unit link serta asuransi umum.
Terkait minat masyarakat terhadap asuransi, Djoko menilai bahwa trennya terus membaik meski tingkat penetrasi di Indonesia masih relatif rendah.
Baca juga: DBS: Stabilitas ekonomi makro Indonesia lebih baik dari tahun lalu
Namun, seiring dengan meningkatnya edukasi dan kemudahan akses informasi melalui media sosial, hal ini telah mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi.
“Tapi yang pasti, saya melihat trennya positif secara keseluruhan,” kata Djoko.
Baca juga: DBS dan Mandiri Investasi kerja sama perluas akses investasi emas
“Kalau itu (wealth management) selalu double digit,” kata Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo saat dijumpai media di Jakarta, Senin.
Djoko menjelaskan, perseroan fokus untuk mendorong pertumbuhan bisnis wealth management dilakukan melalui strategi peningkatan penetrasi pasar, baik dari sisi akuisisi nasabah baru maupun penguatan penawaran bagi nasabah eksisting.
Menurut dia, kunci pertumbuhan terletak pada komunikasi produk yang tepat sasaran. Ia pun optimistis, pertumbuhan wealth management tetap mencapai dua digit hingga akhir 2025 dan berlanjut pada 2026.
Baca juga: Dorong perencanaan sejak dini, DBS hadirkan kalkulator retirement goal
Ketika ditanya mengenai peran asuransi terhadap kinerja bisnis, Djoko menyebut bancassurance menjadi salah satu penopang utama bisnis wealth management. Dalam hal ini, catat dia, produk investasi maupun asuransi saling menopang satu sama lain.
Ia juga optimistis bisnis bancassurance dapat mencatatkan pertumbuhan dua digit hingga akhir 2025, terutama didorong oleh premi baru.
Dari sisi produk, bisnis bancassurance DBS Indonesia masih didominasi asuransi tradisional, termasuk endowment, dengan porsi sekitar di atas 70 persen. Sementara sisanya berasal dari produk unit link serta asuransi umum.
Terkait minat masyarakat terhadap asuransi, Djoko menilai bahwa trennya terus membaik meski tingkat penetrasi di Indonesia masih relatif rendah.
Baca juga: DBS: Stabilitas ekonomi makro Indonesia lebih baik dari tahun lalu
Namun, seiring dengan meningkatnya edukasi dan kemudahan akses informasi melalui media sosial, hal ini telah mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi.
“Tapi yang pasti, saya melihat trennya positif secara keseluruhan,” kata Djoko.
Baca juga: DBS dan Mandiri Investasi kerja sama perluas akses investasi emas

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475283/original/028465400_1768562928-persija_paruh_musim-1.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471353/original/054574800_1768284168-John_Herdman_-9.jpg)
