REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Khutbah Sayyidina Ali bin Abu Thalib Radhyialahu anhu tentang kematian dan alam kubur pernah mengguncang hati para jamaah hingga menangis tersedu-sedu.
Dalam nasihat yang diriwayatkan para ulama, Ali mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian yang terus mengejar manusia dan menjadi gerbang awal menuju kenikmatan atau azab akhirat.
Baca Juga
Trump Batal Serang Iran Besar-Besaran, Terungkap Ini 4 Penyebab Utamanya
Dewan Perdamaian Gaza Resmi Diumumkan, Apa Itu? 9 Tanya Jawab Ini Menjawabnya
Terungkap Fakta di Balik Rencana AS Serang Iran yang Tertunda, Trump Takut?
Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menerangkan bahwa diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib dalam khutbahnya, “Wahai hamba Allah, ingatlah mati! Ingatlah mati! Karena kamu tidak bisa menghindar darinya. Jika kamu diam, ia akan datang menghampirimu, dan jika kamu lari, ia akan mengejar kamu. Ia (kematian) terikat pada ubun-ubunmu. Carilah keselamatan, carilah keselamatan."
"Di belakangmu ada kubur yang selalu mengejar kamu. Ingatlah bahwa kubur itu bisa merupakan salah satu taman dari taman-taman surga, dan bisa juga merupakan salah satu jurang dari jurang-jurang neraka."
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Ingatlah bahwa sesungguhnya kubur itu setiap hari berbicara tiga kali. Ia (kubur) berkata: Aku adalah rumah gelap, aku adalah rumah duka-cita, dan aku adalah rumah ulat."
Ingatlah bahwa setelah itu ada suatu hari yang lebih mengerikan, pada hari itu anak muda langsung beruban, orang tua pingsan, semua orang yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, semua wanita yang hamil menggugurkan kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi siksaan Allah itu sangat keras."
"Ingatlah bahwa setelah itu ada neraka yang panas sekali, sangat curam, perhiasannya besi, airnya nanah, di dalamnya tidak ada rahmat Allah sama sekali."
Para jamaah setelah mendengar ucapan Ali bin Abu Thalib, menangis tersedu-sedu. Kemudian Ali bin Abu Thalib melanjutkan khutbahnya.