jpnn.com, JAKARTA - Korlantas Polri mengantisipasi potensi meningkatnya travel dadakan atau angkutan tidak resmi yang berisiko membahayakan keselamatan masyarakat pada arus mudik dan balik Idulditri 2026,
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa travel dadakan menjadi salah satu kerawanan utama kecelakaan lalu lintas setiap musim mudik.
BACA JUGA: TNI-Polri Bongkar Aktivitas Tambang Ilegal di Kampar, 2 Pekerja Diamankan
Pasalnya, banyak kendaraan yang dioperasikan tanpa izin resmi, tidak melalui uji kelayakan, serta belum tentu memenuhi standar keselamatan.
“Setiap menjelang Lebaran, travel dadakan selalu bermunculan. Kendaraannya belum tentu laik jalan, tidak menjalani ramp check, bahkan sering mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Ini sangat berbahaya dan harus kita antisipasi bersama,” ujar Agus dalam siaran persnya Senin (19/1).
BACA JUGA: Korlantas Polri: Mobil Baru pada 2027 Wajib Memakai e-BPKB
Kakorlantas menjelaskan risiko tidak hanya berasal dari kondisi kendaraan, tetapi juga dari faktor pengemudi.
Pengemudi travel ilegal kerap tidak melalui pemeriksaan kesehatan, bebas narkoba, serta tidak dibatasi jam kerjanya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan (fatigue) yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur mudik jarak jauh.
BACA JUGA: Polri Tangkap Buron Internasional Kasus Pembunuhan di Rumania
Menghadapi Lebaran 2026, Korlantas Polri menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, antara lain peningkatan pengawasan dan penindakan terhadap travel ilegal, pemeriksaan kendaraan penumpang non-reguler, serta penguatan ramp check terpadu bersama instansi terkait.
“Kami instruksikan Dirlantas dan Kasatlantas jajaran untuk meningkatkan pengawasan di jalur mudik, terminal bayangan, rest area, serta titik-titik keberangkatan penumpang. Koordinasi dengan Dishub, Jasa Raharja, dan pemerintah daerah juga terus kami perkuat,” ujar Agus
Dia mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan jasa travel murah tanpa legalitas, karena keselamatan perjalanan mudik harus menjadi prioritas utama.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan karena murah dan cepat, mengabaikan faktor keselamatan. Pilih angkutan resmi, kendaraan yang laik jalan, dan pengemudi yang profesional. Mudik selamat, keluarga pun tenang,dan bahagia,” pungkas dia. (cuy/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




