Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan perwakilan atlet dari 18 cabang olahraga yang masuk kontingen Indonesia, dipastikan mengikuti parade upacara pembukaan ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand.
Pembukaan digelar di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa ini pukul 19.00 WIB.
"Jadi ada sekitar 50-an orang," kata Senny di Football Stadium, Rakhon Natchasima Rajabhat University, Senin.
Menurut dia, kehadiran para atlet menjadi simbol kesiapan dan kekompakan Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara itu.
Jumlah peserta parade itu terdiri atas perwakilan atlet, ofisial, dan pimpinan tim, Chef de Mission (CdM), dan lainnya.
Manajemen kontingen juga akan turut hadir dalam parade tersebut.
"CdM kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand, Reda Manthovani, juga ikut, termasuk saya," kata dia.
Baca juga: Indonesia siap tonjolkan kekayaan budaya di pembukaan ASEAN Para Games
Atlet para angkat berat asal Kalimantan Barat, M Mabruk Arib Dzaky, terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih, saat upacara pembukaan APG 2025.
Momen spesial itu adalah penampilan perdananya dalam ASEAN Para Games dan akan dilakukan dengan cara yang spesial, yakni menggunakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur.
Arib tidak sendirian dalam memperkenalkan baju adat yang menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia.
Atlet kelahiran 29 Februari 2004 itu didampingi dua atlet para tenis meja asal Jawa Tengah, Agustiningsih dan Sri Wahyuni, yang masing-masing mengenakan baju adat NTT dan Bali.
Atlet para atletik asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa dan atlet para panahan asal Kalimantan Selatan, Riyanti Ananda, akan mengenakan baju adat Sumatera Utara.
Defile pembukaan menjadi ajang pengenalan kontingen dan momentum membangun semangat juang atlet Indonesia di hadapan publik internasional.
Baca juga: Indonesia belum beruntung tembus final bola basket kursi roda 3x3
Pembukaan digelar di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa ini pukul 19.00 WIB.
"Jadi ada sekitar 50-an orang," kata Senny di Football Stadium, Rakhon Natchasima Rajabhat University, Senin.
Menurut dia, kehadiran para atlet menjadi simbol kesiapan dan kekompakan Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara itu.
Jumlah peserta parade itu terdiri atas perwakilan atlet, ofisial, dan pimpinan tim, Chef de Mission (CdM), dan lainnya.
Manajemen kontingen juga akan turut hadir dalam parade tersebut.
"CdM kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand, Reda Manthovani, juga ikut, termasuk saya," kata dia.
Baca juga: Indonesia siap tonjolkan kekayaan budaya di pembukaan ASEAN Para Games
Atlet para angkat berat asal Kalimantan Barat, M Mabruk Arib Dzaky, terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih, saat upacara pembukaan APG 2025.
Momen spesial itu adalah penampilan perdananya dalam ASEAN Para Games dan akan dilakukan dengan cara yang spesial, yakni menggunakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur.
Arib tidak sendirian dalam memperkenalkan baju adat yang menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia.
Atlet kelahiran 29 Februari 2004 itu didampingi dua atlet para tenis meja asal Jawa Tengah, Agustiningsih dan Sri Wahyuni, yang masing-masing mengenakan baju adat NTT dan Bali.
Atlet para atletik asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa dan atlet para panahan asal Kalimantan Selatan, Riyanti Ananda, akan mengenakan baju adat Sumatera Utara.
Defile pembukaan menjadi ajang pengenalan kontingen dan momentum membangun semangat juang atlet Indonesia di hadapan publik internasional.
Baca juga: Indonesia belum beruntung tembus final bola basket kursi roda 3x3


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F19%2F23aff4d7915e17f550595132c5c72308-IMG_0049.jpeg)
