InJourney menegaskan komitmennya untuk menekan emisi karbon sebesar 4.000 ton CO2 sepanjang 2026 melalui berbagai langkah konkret di seluruh lini bisnis.
IDXChannel - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menegaskan komitmennya untuk menekan emisi karbon sebesar 4.000 ton CO2 sepanjang 2026 melalui berbagai langkah konkret di seluruh lini bisnis yang dikelolanya, mulai dari bandara, hotel, hingga destinasi wisata.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata yang mengelola aset di berbagai daerah, jejak karbon yang dihasilkan perusahaan tergolong besar sehingga diperlukan langkah nyata dan terukur untuk menurunkannya.
"Member kami ada enam, mulai dari airport, aviation service, ITDC sebagai pengelola destinasi, retail, hingga hotel. Kami mengelola aset di seluruh Indonesia, sehingga carbon footprint yang dihasilkan juga sangat banyak. Karena itu kami berkomitmen menurunkan emisi karbon sebesar 4.000 ton CO2 dan komitmen ini akan kami laksanakan secara nyata tahun ini," ujar Maya dalam konferensi pers 4 Tahun InJourney di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, InJourney mengelola 37 bandara dengan total pergerakan penumpang mencapai 157 juta orang per tahun, serta mencatat 9,8 juta kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang dikelola perusahaan sepanjang tahun lalu 2025.
Di sektor perhotelan, InJourney saat ini mengelola 39 hotel dan akan melakukan konsolidasi menjadi 106 hotel pada tahun ini, yang turut menambah tantangan dalam pengelolaan emisi.
Untuk mencapai target pengurangan emisi, InJourney menyiapkan sejumlah program lintas sektor. Di bandara, perseroan akan memperluas pemanfaatan panel surya dan melakukan efisiensi konsumsi listrik.
Sementara di sektor hotel dan destinasi, langkah yang ditempuh antara lain melalui penguatan pengelolaan limbah (waste management) serta peralihan kendaraan operasional menjadi kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Selain itu, InJourney juga mendorong program berbasis alam melalui penanaman pohon di berbagai aset perusahaan. Salah satunya adalah pengembangan kawasan mangrove di Mandalika serta penanaman pohon di sejumlah destinasi wisata lain yang dikelola holding tersebut.
Maya menegaskan, seluruh upaya penurunan emisi akan diukur secara akurat dan transparan, sehingga capaian target 4.000 ton CO2 dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, komitmen ini bukan sekadar kampanye, melainkan aksi nyata yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan lingkungan.
"Ini adalah action yang tangible. Nanti bisa dilihat bagaimana kami mengukur dengan sangat akurat pengurangan emisi 4.000 ton CO2 ini dan bagaimana kami melaksanakannya dari berbagai sektor," katanya.
Melalui langkah tersebut, Maya menegaskan, InJourney menargetkan dapat berkontribusi pada agenda transisi energi dan pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BUMN dalam mendukung target penurunan emisi nasional.
(kunthi fahmar sandy)


