REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang. Kegiatan yang diikuti 50 ibu-ibu itu berlangsung di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (15/1/2026).
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan, pelatihan tersbut dapat membuka peluang usaha rumahan produk makanan viral, berupa talam singkong dan muffin pisang. Selain mengajarkan keterampilan membuat makanan viral, para pesert juga diajarkan sampai terampil menggunakan artificial inteligence (AI) untuk membantu pemasaran produk.
Baca Juga
Pemerintah Apresiasi Kontribusi Rumah Zakat Dalam Pembangunan Nasional
Kuliah Masih Cuma Teori? Mahasiswi UNM Ini Sudah Bangun Platform UMKM di Perusahaan Teknologi
"Terpenting adalah terbangun jejaring antarusaha kecil, mereka bisa saling support untuk mendorong penjualan berkelanjutan," kata Sandiaga dalam siaran pers di Jakarta pada Senin (18/1/2026).
Menurut dia, YIS sejak 2011, terus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan. Nantinya, program itu tidak hanya berhenti sampai di pelatihan baking saja, tetapi diikuti pendampingan lanjutan yang bisa diikuti para peserta. "Dan akan ada pemilihan peserta terbaik untuk mendapatkan bantuan modal usaha," ucap Sandiaga.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Perwakilan Rumah Zakat, Asep Suhendar menjelaskan, pelatihan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong kemajuan desa melalui tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan aspek kesehatan masyarakat. "Melalui program ekonomi, kami berharap dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian masyarakat," ungkap Asep.