Raja Malaysia Geram Korupsi di Tubuh Militer, Ancam Tunjuk Sipil Jadi Panglima Tentara

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Kuala Lumpur, VIVA – Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim Iskandar kecewa dengan kasus korupsi yang terjadi di tubuh Angkatan Tentera Malaysia (ATM), termasuk yang melibatkan petinggi militer.

Pernyataan itu disampaikan Sultan Ibrahim dalam pembukaan Sidang Pertama Masa Jabatan Ke-15 Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin, 19 Januari 2026. menyusul laporan tentang praktik rasuah di tubuh militer.

Baca Juga :
Kubu Nadiem Laporkan Tiga Saksi Kasus Korupsi Chromebook ke KPK
Tak Ajukan Keberatan di Kasus Pemerasan K3, Noel Ebenezer: Sudah Akui Salah!

"Saya amat kecewa apabila berlakunya kasus rasuah dalam Angkatan Tentera Malaysia sampai peringkat tertinggi. Sepertinya selepas ini, saya terpaksa melantik seorang sarjan [sersan] sahaja untuk menjadi Panglima Angkatan Tentera," ujar Sultan Ibrahim.

Ia meyakini kasus korupsi yang terungkap di ATM hanya sebagian kecil dari praktik serupa yang terjadi di institusi lain, seperti bea dan cukai, imigrasi, kepolisian, dan lembaga legislatif, sehingga harus ditelusuri sampai tuntas.

Sultan Ibrahim menegaskan bahwa seluruh upaya dan perencanaan pembangunan tidak akan berjalan sempurna selama praktik korupsi masih ada, sehingga rasuah harus diperangi secara besar-besaran.

Ia juga meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan setiap indikasi tindak pidana korupsi. "Bukan sahaja penerima yang harus ditangkap, tetapi juga pemberi dan ejen (perantara)  yang berkaitan mesti diambil tindakan," tegasnya.

Sultan Ibrahim meminta Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) menangani penyelidikan kasus-kasus korupsi secara cepat, tegas, dan profesional.

Selain itu, ia meminta pemerintah Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan adanya hakim yang berpengalaman dalam menangani perkara rasuah agar proses hukum dapat berjalan efektif.

Sultan Ibrahim juga menegaskan bahwa koruptor dan pihak yang melindungi mereka adalah pengkhianat negara. Ia mengingatkan pejabat publik dan anggota parlemen untuk menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab. (ant)

Baca Juga :
Forum Kiai Minta Pengurus PBNU yang Terlibat Korupsi Kuota Haji Segera Dipecat
Immanuel Ebenezer Ngaku Terima Gratifikasi Rp3,36 M
OTT Lagi! KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkes Perkirakan 28 Juta Warga RI Alami Masalah Kejiwaan, Puskesmas Disiapkan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Terbaik di ESG Global Islamic Banking, BSI Raih Peringkat 1
• 16 jam laludisway.id
thumb
Inter Milan Diterpa Kabar Baik Jelang Hadapi Arsenal di Liga Champions, Lautaro Martinez Siap Tampil Penuh
• 17 menit lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026: Putaran Kedua Dimulai, Persaingan Kian Panas
• 13 jam lalubola.com
thumb
Hari Ini Gunung Semeru 6 Kali Erupsi, Ini Rinciannya
• 23 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.