FAJAR, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Sulawesi Selatan kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca.
Sejumlah daerah di Sulsel diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, Selasa (20/1/2026) pagi.
Dalam update peringatan dini cuaca yang dirilis pukul 07.00 WITA, BMKG menyebutkan potensi hujan tersebut diperkirakan terjadi mulai pukul 07.30 WITA.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Jeneponto meliputi Kecamatan Bangkala, Tamalatea, Binamu, Bangkala Barat, Bontoramba, dan Turatea.
Selain itu, hujan lebat juga berpeluang melanda Kabupaten Takalar, khususnya Kecamatan Galesong Utara dan Galesong.
Di Kabupaten Gowa, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kecamatan Parangloe, Bontomarannu, Pallangga, Bungaya, Barombong, dan Pattallassang.
BMKG juga mencatat potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Maros, meliputi Kecamatan Mandai, Camba, Bantimurung, Bontoa, Tanralili, Simbang, Tompobulu, serta di wilayah Kabupaten Pangkep dan Kepulauan, yakni Balocci, Marang, Segeri, Minasatene, Mandalle, Tondong Tallasa, dan sekitarnya.
Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan dapat meluas ke sejumlah wilayah lainnya.
Di antaranya Kabupaten Bantaeng (Bissappu, Uluere, Sinoa), Kabupaten Jeneponto (Batang, Kelara, Arungkeke, Rumbia, Tarowang), serta Kabupaten Takalar seperti Mangarabombang, Polombangkeng Selatan dan Utara, Pattallassang, Sanrobone, dan Gowa bagian lain seperti Bontonompo, Bajeng, dan Tinggimoncong.
Wilayah lain yang juga berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Sinjai, Bone, Barru, Maros, Pangkep, hingga Kota Makassar.
Di Kota Daeng, hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan seperti Mariso, Mamajang, Makassar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah, Panakkukang, Tamalate, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, dan Tamalanrea.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca ini masih dapat berlangsung hingga pukul 09.30 WITA.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan petir.



