Kejar Pengemplang Pajak, Purbaya Siap Datangi Perusahaan Baja Asal China Pekan Ini

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas terhadap praktik lancung puluhan perusahaan baja asing yang beroperasi di Indonesia. 

Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas terhadap praktik lancung perusahaan baja asing yang beroperasi di Indonesia. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas terhadap praktik lancung puluhan perusahaan baja asing yang beroperasi di Indonesia. 

Purbaya menjadwalkan kunjungan lapangan ke dua perusahaan asal China yang terdeteksi melakukan pengemplangan pajak. Sidak tersebut rencananya dilaksanakan pada pekan ini guna menindaklanjuti temuan pelanggaran pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang merugikan negara.

Baca Juga:
Purbaya Ungkap Modus Penggelapan Pajak Perusahaan Baja Ilegal Asal China

"Sehari dua hari ini saya akan ke sana," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan data kementerian, terdapat puluhan entitas bisnis di sektor baja yang seluruhnya berasal dari China yang kedapatan mengabaikan kewajiban perpajakan mereka. Dari puluhan nama tersebut, pemerintah telah mengantongi dua nama besar yang akan menjadi target utama pemeriksaan mendadak.

Baca Juga:
40 Perusahaan Baja Terdeteksi Gelapkan Pajak, 2 Raksasa Segera Disidak

"Yang baja itu yang terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat. Itu dari China semua. Bukan campur-campur," kata Purbaya belum lama ini.

Selain masalah PPN, Menkeu sebelumnya juga membongkar modus operandi lain yang digunakan perusahaan-perusahaan ini, yakni dugaan pemalsuan data karyawan melalui penggunaan identitas penduduk lokal secara tidak sah.

"Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia enggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat," ujarnya.

Purbaya menyatakan keheranannya atas operasional perusahaan-perusahaan ilegal berskala besar tersebut yang bisa luput dari pengawasan dalam jangka waktu lama. Dia memberikan sinyal kuat akan adanya evaluasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan untuk mengusut potensi keterlibatan oknum pegawai yang melakukan pembiaran.

"Harusnya kan kalau perusahaan besar kan gampang ngelihatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat, nanti kita lihat ya," ujarnya.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Dalami Dugaan Jual-Beli Jabatan oleh Bupati Pati Sudewo di Level Atas
• 10 jam laludetik.com
thumb
Polisi Bekuk Oknum Guru yang Didudga Lecehkan Murid di SDN Tangsel!
• 17 jam laludisway.id
thumb
Kata Presiden Prabowo Usai Bertemu PM Inggris Keir Starmer di London
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
Kawasan Glodok Diyakini Bakal Datangkan Wisatawan yang Enggak Kalah sama Malaka di Malaysia
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Strategi Baru Bluebird Incar Segmen Generasi Muda
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.