Trump Ajak Putin Masuk "PBB Baru" Urus Perdamaian Gaza

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dalam konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kebuntuan upaya mengakhiri perang di Ukraina dan berlarutnya konflik Gaza, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut telah menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Undangan tersebut mencuat pada Senin (19/1/2026), saat perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Trump sebelumnya berulang kali menyatakan ambisinya untuk menghentikan perang tersebut, bahkan pernah mengklaim mampu mengakhirinya dalam waktu 24 jam setelah menjabat, klaim yang hingga kini belum terwujud.

Di lapangan, konflik terus berlangsung sebagai perang atrisi, sementara pembicaraan damai masih berjalan namun kembali kehilangan momentum.


Baca: Fakta Baru Adu Banteng Kereta Cepat, Korban Terbaru-Hasil Investigasi

Gedung Putih disebut telah menghubungi sejumlah tokoh dunia untuk duduk dalam Dewan Perdamaian yang akan diketuai langsung oleh Trump. Forum ini diklaim bertujuan menyelesaikan berbagai konflik global, sekaligus mengawasi tata kelola dan rekonstruksi di Gaza.

"Presiden Putin juga menerima undangan untuk bergabung dengan dewan perdamaian ini," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dilansir Al Jazeera.

Peskov mengatakan Rusia tengah berupaya "mengklarifikasi seluruh nuansa" dari tawaran tersebut dengan Washington. Namun, ia tidak menjelaskan apakah Putin cenderung menerima atau menolak undangan itu.

Selain Putin, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, sekutu dekat Kremlin, juga dilaporkan turut diundang oleh Trump untuk bergabung dalam forum tersebut.

Adapun Dewan Perdamaian yang digagas Trump disebut akan bertugas menjalankan rencana 20 poin untuk mengakhiri perang Israel di Gaza. Struktur dewan ini dirancang sebagai tiga tingkat pemerintahan, yang melibatkan perwakilan dari berbagai negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Arab.

Meski demikian, rencana tersebut menuai kritik dari sejumlah pakar. Mereka menilai struktur dewan menempatkan Trump, pejabat pro-Israel seperti Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, serta figur kontroversial di kawasan seperti mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, di posisi teratas.

Sementara itu, perwakilan Palestina ditempatkan di tingkat ketiga dengan tugas-tugas bersifat administratif dan municipal.

Baca: Ledakan Bom Guncang Restoran di Ibu Kota, 7 Tewas-Pelaku Terungkap

Posisi Rusia

Selama bertahun-tahun, Moskow berusaha menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai aktor utama di Timur Tengah, termasuk Israel dan Palestina. Namun sejak dimulainya perang Israel di Gaza yang telah berlangsung lebih dari dua tahun serta invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, posisi Kremlin mengalami pergeseran.

Putin kini terlihat menjauh dari Israel dan justru memperkuat hubungan dengan pihak-pihak yang berseberangan dengan Tel Aviv, termasuk Iran. Pada saat yang sama, Moskow juga aktif membangun kedekatan dengan negara-negara Teluk Arab, seiring meningkatnya isolasi Rusia dari negara-negara Barat.

Putin sebelumnya secara terbuka memuji upaya Trump dalam menyelesaikan konflik internasional.

"Dia benar-benar melakukan banyak hal untuk menyelesaikan krisis-krisis kompleks yang telah berlangsung bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun," kata Putin pada Oktober lalu.

Merujuk situasi di Timur Tengah, Putin menambahkan, "Jika kita berhasil mencapai semua yang Donald upayakan, ... itu akan menjadi peristiwa bersejarah."

Namun, agresi Rusia ke Ukraina dan perang di Gaza telah memberi tekanan besar pada hubungan tradisional Moskow dengan Israel, negara yang menjadi rumah bagi komunitas besar warga keturunan Rusia. Kremlin berulang kali mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan menyerukan penahanan diri.

"Jalur Gaza sedang mengalami bencana kemanusiaan dalam arti kata yang sepenuhnya," kata Putin, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, saat bertemu Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas pada Mei lalu.

"Rusia, sebagai sahabat rakyat Palestina, berupaya memberikan bantuan secara berkelanjutan," tambahnya.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Undang India Gabung "Dewan Perdamaian"

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Subianto Teken Kemitraan Maritim dan Bahas Konservasi Gajah dalam Kunjungan Kerja ke Inggris
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Kemendagri Minta Pemda Cegah Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadan
• 5 jam laluidntimes.com
thumb
Groundbreaking Pintu Masuk Stasiun MRT Harmoni, Gubernur DKI Yakin Jadi Kawasan TOD Paling Ramai
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Jackpot! Dalam Sehari 2 Kepala Daerah Kena OTT KPK, Ada Wali Kota Madiun dan Bupati Pati
• 19 jam laludisway.id
thumb
Lagi, Banjir Jakarta dan Bekasi Menelan Korban Jiwa
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.