MADIUN (Realita) - Suasana Balai Kota Madiun tampak lengang dan sunyi pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun, Maidi, pada Senin (19/1/2026).
Pantauan di lokasi pada Selasa (20/1/2026), aktivitas perkantoran di Balai Kota terlihat minim. Di halaman kantor hanya tampak beberapa mobil dinas terparkir, sementara sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terlihat berjaga di area luar gedung. Tidak tampak adanya kegiatan pimpinan maupun rapat-rapat kedinasan seperti biasanya.
Baca juga: Tiba di Gedung KPK, Maidi: Saya Tak Pernah Lelah Membangun Kota Madiun
Hingga siang hari, belum ada pihak dari Pemerintah Kota Madiun yang dapat memberikan keterangan resmi terkait penangkapan Wali Kota beserta sejumlah pejabat yang turut diamankan dan dibawa ke Jakarta oleh penyidik KPK.
Salah satu pegawai resepsionis Balai Kota Madiun menyampaikan bahwa Wakil Wali Kota (Wawali) dan Sekretaris Daerah (Sekda) tidak berada di kantor sejak pagi hari.
Baca juga: Kena OTT KPK, Wali Kota Maidi Punya Harta Nyaris Rp 17 Miliar
“Sejak pagi Pak Wawali dan Pak Sekda tidak ada,” ujar pegawai tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa hampir seluruh pejabat struktural tidak terlihat berada di kantor pada hari itu.
“Semua pejabat tidak ada,” ungkapnya singkat.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, Wali Kota Madiun Maidi telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (19/1/2026) malam. Ia diamankan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, sejumlah pejabat lainnya, serta pihak rekanan.
Baca juga: OTT Wali Kota Madiun, Tim KPK Gunakan Polres untuk Pemeriksaan Maraton
OTT tersebut diduga berkaitan dengan kasus penerimaan fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan.yw
Editor : Redaksi




