Jakarta: Istana Kepresidenan secara resmi membenarkan bahwa Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, masuk dalam daftar kandidat yang diusulkan pemerintah untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengusulan ini dilakukan menyusul pengunduran diri salah satu Deputi Gubernur BI, Juda Agung.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR.
“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana, Senin, 19 Januari 2026. Latar belakang keluarga Thomas M. Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia berasal dari keluarga yang memiliki akar kuat di dunia ekonomi dan politik. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, adalah mantan Gubernur Bank Indonesia. Ibunya, Biantiningsih Miderawati, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra.
Pendidikannya dimulai di SMP Kanisius Menteng, Jakarta. Ia kemudian meraih gelar Sarjana di bidang Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Gelar Magister ia peroleh di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, D.C.
Baca Juga :
Rupiah Ambruk hingga Nyaris Rp17 Ribu, Purbaya: Bukan Gara-gara 'Tukar Guling' Pejabat!(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Perjalanan karier professional Karier profesional Thomas Djiwandono dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada tahun 1993 dan wartawan di Indonesia Business Weekly pada tahun 1994. Ia juga sempat bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada tahun 2006, ia beralih ke dunia bisnis setelah diminta pamannya, Hashim Djojohadikusumo, untuk bergabung dengan Arsari Group, sebuah perusahaan agrobisnis. Di sana, ia menjabat sebagai Deputy Chief Executive Officer (CEO). Kinerja di politik Di bidang politik, Thomas Djiwandono aktif di Partai Gerindra. Ia pernah menjadi calon legislatif untuk Provinsi Kalimantan Barat. Posisi strategisnya saat ini adalah sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, yang membuatnya bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan partai.
Kinerjanya dianggap baik. Atas laporan keuangan yang transparan, Partai Gerindra pernah meraih penghargaan dari Transparency International Indonesia dan Indonesia Corruption Watch.
Dalam pemerintahan, ia pernah menjadi anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Ekonomi dan Keuangan. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Proses seleksi ke deputi gubernur BI Prasetyo Hadi menegaskan bahwa mekanisme pemilihan Deputi Gubernur BI berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Yang kemudian sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, harus dilanjutkan dengan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan. Ini yang kemudian dilanjutkan dengan Bapak Presiden atau pemerintah mengirimkan Surpres ke DPR,” jelasnya.
Langkah selanjutnya adalah DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap seluruh kandidat yang diusulkan, termasuk Thomas Djiwandono, sebelum menetapkan Deputi Gubernur BI terpilih. (Muhammad Adyatma Damardjati)



