Bupati Pati Sudewo sudah tiba di Gedung KPK usai terjaring OTT KPK pada Selasa pagi (20/1). Dia langsung menjalani pemeriksaan terkait kasus yang diduga melibatkannya.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebut bahwa total ada 8 orang yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, termasuk Sudewo. Pihak lainnya ialah camat hingga kepala desa.
"Dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa," ujar Budi kepada wartawan.
Dugaan Suap Jual Beli JabatanBudi menyebut kasus yang diduga melibatkan Sudewo adalah jual beli jabatan di pemerintahan desa.
"Jadi ini berkaitan dengan dugaan tindakan pidana korupsi dalam pengisian jabatan khususnya di lingkungan pemerintah desa. Jadi ada kaur (kepala urusan), ada kasi atau kepala seksi, dan ada juga untuk jabatan sekdes atau sekretaris desa," ungkap Budi.
"Itu penerimaan-penerimaan dari Bupati Pati berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah desa," sambungnya.
Sita Uang MiliaranMenurut Budi, penyidik mengamankan uang yang nilainya miliaran rupiah dari OTT tersebut.
"Tim juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah, senilai miliaran rupiah, nanti kami akan sampaikan," ucap dia.
Meski demikian, dia belum merinci lebih lanjut mengenai perkara tersebut. Termasuk detail soal dugaan 'tarif' jual beli jabatan dan siapa saja yang terlibat.
"Itu nanti secara lengkap akan kami sampaikan, pengisian jabatan ada di wilayah mana saja, untuk berapa desa, untuk berapa jabatan, nanti kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers," sambung Budi.
Meski, Budi mengakui soal adanya 'tarif' tersebut.
"Ada. Jadi memang ada jumlah tertentu yang dipatok untuk mengisi suatu jabatan di lingkup pemerintah desa," ujarnya.
Masih Jalani PemeriksaanMenurut Budi, saat ini para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut sedang menjalani pemeriksaan.
"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Nanti kami akan sampaikan status hukumnya dari para pihak yang diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih," ucap Budi.
Belum ada keterangan dari Sudewo mengenai kasus hukum tersebut. Dia tidak berkomentar saat tiba di KPK.
Kata GerindraPolitikus Gerindra Bahtra Banong angkat bicara soal adanya OTT KPK terhadap Sudewo. Sudewo berasal dari partai yang sama.
"Pak Prabowo kan sering mengingatkan semua kader ya, untuk agar berhati-hati lah. Jadi terus bekerja untuk masyarakat. Itu aja pesan Pak Prabowo kan harus kepala-kepala daerah Gerindra harus bekerja untuk rakyatlah," kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.
"Ya itu kan personal pribadi ya. Dan kami di Partai Gerindra kan terus melakukan pembinaan buat kader-kader agar setiap kader itu untuk terus bekerja untuk rakyat," sambungnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471326/original/075133300_1768283646-John_Herdman_-5.jpg)

