Penulis: Fityan
TVRINews – Brasilia
Era Baru Seleção Bersama Carlo Ancelotti di Amerika Utara
Tim nasional Brasil bersiap mencatatkan sejarah baru dengan tampil untuk ke-23 kalinya secara berturut-turut di ajang sepak bola paling bergengsi, Piala Dunia FIFA.
Sebagai satu-satunya negara yang tidak pernah absen sejak edisi perdana tahun 1930, Brasil datang ke turnamen tahun 2026 dengan misi tunggal: mengakhiri penantian 24 tahun untuk meraih gelar juara keenam.
Turnamen yang akan diselenggarakan di tiga negara Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat ini memberikan nuansa nostalgia bagi sang raksasa Amerika Latin.
Terakhir kali Brasil mengangkat trofi emas adalah pada tahun 2002, namun mereka juga memiliki kenangan manis saat mengakhiri puasa gelar selama 24 tahun di tanah Amerika Serikat pada tahun 1994.
Era Baru di Bawah Kepemimpinan Carlo Ancelotti
(Carlo Ancelotti Pelatih Timnas Brasil (Foto:FIFA))
Langkah paling revolusioner yang diambil oleh Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) adalah penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala.
Mantan manajer Real Madrid ini mencatatkan sejarah sebagai pelatih asing pertama yang memimpin Seleção di ajang Piala Dunia.
Meski ini merupakan pengalaman pertamanya melatih tim nasional, sosok yang akrab disapa "Don Carlo" ini bukanlah orang asing bagi atmosfer Piala Dunia.
Pada tahun 1994, ia menjabat sebagai asisten pelatih Arrigo Sacchi saat Italia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Brasil di partai final.
Jalan Menuju Amerika Utara
Brasil mengamankan tiket ke putaran final setelah melalui babak kualifikasi zona CONMEBOL yang ketat.
Menempati posisi kelima dalam klasemen liga yang melibatkan sepuluh negara Amerika Selatan, tim Canarinho berhasil mengklaim satu dari enam jatah tiket otomatis menuju Piala Dunia 2026.
Berdasarkan jadwal resmi, Brasil akan memulai perjalanan mereka di Grup G (berdasarkan alokasi jadwal awal) dengan rincian pertandingan sebagai berikut:
• 13 Juni : Brasil vs Maroko – Stadion New York New Jersey
• 19 Juni : Brasil vs Haiti – Stadion Philadelphia
• 24 Juni: Skotlandia vs Brasil – Stadion Miami
Sejarah dan Rekor Abadi
(Generasi emas Brasil Piala Dunia 1970 yang diperkuat oleh Pelé, Jairzinho, Tostão, dan Rivellino (Foto: FIFA))
Sejarah Brasil di Piala Dunia adalah catatan tentang dominasi dan talenta luar biasa. Memegang rekor lima gelar juara (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002), edisi 1970 sering kali disebut sebagai puncak kejayaan sepak bola mereka.
Saat itu, generasi emas yang diperkuat oleh Pelé, Jairzinho, Tostão, dan Rivellino menyapu bersih kemenangan hingga mengangkat trofi Jules Rimet.
Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Pada edisi terakhir di Qatar 2022, langkah Brasil terhenti secara dramatis di babak perempat final setelah kalah dalam adu penalti melawan Kroasia.
Kekalahan tersebut menjadi pengingat bahwa dominasi sejarah tidak menjamin kemudahan di lapangan hijau.
"Kisah sang juara dunia lima kali ini juga berkelindan dengan berbagai kemunduran," tulis laporan FIFA, merujuk pada momen-momen pahit seperti Maracanazo tahun 1950, yang membuktikan bahwa setiap kegagalan adalah bagian dari proses pendewasaan tim.
Dengan skuat yang memadukan talenta muda dan pengalaman internasional, Brasil di bawah asuhan Ancelotti diprediksi akan tetap menjadi magnet utama bagi penggemar sepak bola dunia dalam upaya mereka memburu bintang keenam di Amerika Utara.
Editor: Redaksi TVRINews




