Lamongan, tvOnenews.com - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero, anak Sungai Bengawan Solo di Lamongan, hingga kini (20/1) belum kunjung surut. Sebanyak 15 pompa air diaktifkan oleh Dinas PU SDA untuk mengatasi genangan air di sejumlah titik yang ada di lima kecamatan yang masih terdampak banjir.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi, Selasa (20/1) di Kantor Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan.Kapasitas pompa yang siaga berada di Rolak Kuro sebesar 8.500 lt/dt, terbagi menjadi beberapa kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten. Per 14 Januari 2025 kemarin, sebagai upaya penanggulangan banjir atas dasar masuknya siaga merah, ditambahkan sehingga menjadi 9.900 lt/dt yang terdiri dari 15 pompa.
Tak hanya memaksimalkan pompa, perpanjangan durasi beroperasinya pompa di pintu kuro juga telah diterapkan sejak 27 Desember 2025, mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.
Per hari ini, volume air bertambah di Kali Blawi bertambah +75 (SM) dan Bengawan Solo +152 (SH).
"Pengaktifan pompa menjadi salah satu langkah mengurangi genangan air di wilayah Kabupaten Lamongan yang terdampak banjir," tutur Erwin.
Dalam penanganan genangan air, fokus tidak hanya pada menurunkan tinggi muka air. Tetapi juga mengurangi durasi lama genangan, agar aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan secara normal meskipun terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Selain diaktifkannya pompa air, penanganan genangan air juga dilakukan melalui pembuangan melalui jalur gravitasi Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan dan Kali Bendungan.
Hingga minggu ke tiga bulan januari 2026, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo masih merendam ribuan rumah di lima kecamatan, lima kecamatan yang masih terdampak banjir antara lain, Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, dan Kecamatan Deket.
Selain menggenangi rumah warga, banjir juga berdampak pada sawah tambak petani, serta lembaga pendidikan. (mmr/far)


