Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri membuka langkah mereka di Indonesia Masters 2026 dengan hasil positif.
Tampil di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026, Fajar/Fikri menaklukkan pasangan Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-10.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Fajar, yang kembali bermain di Istora dengan pasangan baru. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan matang dan evaluasi dari pertemuan sebelumnya dengan lawan yang sama.
“Masalah cara, taktik kemenangan, dan juga bisa kembali bermain di Istora yang luar biasa. Yang pasti soal permainan tadi, kami sudah sering bertemu terakhir di dua minggu lalu di Malaysia Open. Tidak mudah memang melawan mereka, memiliki speed dan power yang luar biasa. Tapi hari ini kami terus mempelajari permainannya,” ujar Fajar kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Fajar/Fikri secara khusus mempelajari rekaman pertandingan mereka di Malaysia Open untuk memperbaiki aspek teknis.
“Hari ini kami terus melihat video melawan mereka di Malaysia itu, dari segi tekniknya,” kata Fajar.
Sementara itu, Fikri menyoroti peran besar dukungan penonton Istora yang membuat mereka tampil lebih bersemangat di lapangan.
“Pertama saya sangat mengucapkan terima kasih banyak untuk suporter Indonesia yang telah hadir di stadion. Karena berkat dukungan mereka semua, kami jadi lebih semangat lagi tadi. Capek pun jadi tidak berasa,” ucap Fikri.
Ia berharap atmosfer serupa bisa terus terjaga pada hari-hari berikutnya.
“Semoga ke depannya bisa semakin lebih full lagi di dalam stadionnya. Itu membawa aura yang sangat positif untuk kita sebagai atlet,” tutur Fikri.
Terkait target di turnamen ini, Fajar menegaskan bahwa baik target pribadi maupun dari PBSI jelas mengarah pada gelar juara. Ia mengakui sudah cukup lama tidak merasakan podium tertinggi, khususnya di Indonesia.
“Target itu pasti selalu ada, tidak hanya di Indonesia Masters tapi di semua kejuaraan. PBSI juga menargetkan kami berdua untuk bisa menjuarai di sini. Karena pertama, ini tuan rumah, dan juga sudah lama kami tidak mendapatkan gelar,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, terakhir kali dirinya juara di Istora terjadi beberapa tahun lalu. “Sudah lama juga tidak juara di Indonesia. Terakhir saya pribadi 2022 atau 2023. Jadi memang sudah tiga tahun lamanya tidak juara di Istora. Sekarang saya pengen bersama Fikri menjadi juara di sini,” katanya.
Bagi Fikri, tampil di Istora bersama Fajar untuk pertama kalinya memberikan sensasi tersendiri. Meski begitu, ia menilai suasana pertandingan tetap bisa dikendalikan.
“Memang cukup berbeda dengan pasangan-pasangan sebelumnya. Tapi di dalam lapangan sebetulnya sama saja. Supporternya lebih banyak, jadi lebih semangat,” ujar Fikri.
Ia juga mengaku belum terlalu merasakan dampak penerapan aturan baru batas waktu 25 detik. “Tadi kayak belum berasa saja sih. Main seperti biasa, belum ada peringatan dari wasit juga,” katanya.
Fajar sepakat bahwa aturan tersebut tidak terlalu berpengaruh di sektor ganda putra. “Karena di ganda putra ini cepat permainannya dan jarang reli, jadi memang enggak sampai 25 detik juga pasti sudah siap lagi,” ucapnya.
Menatap babak 16 besar, Fajar tidak menutup kemungkinan bertemu sesama wakil Indonesia. Ia menyebut potensi duel melawan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memiliki sisi positif dan negatif.
“Yang merugikannya pasti ada salah satu yang gugur kalau berhadapan dengan teman sendiri. Tapi menguntungkannya, sudah dipastikan ada wakil yang masuk delapan besar,” kata Fajar.
Di babak 16 besar, Fajar/Fikri akan menanti pemenang laga antara Leo/Bagas atau pasangan Taiwan Zhi-Wei He/Huang Jui-hsuan.
Baca juga: Indonesia Masters 2026: Kesan Raymond/Joaquin Debut di Istora
Editor: Redaktur TVRINews




