GenPI.co - Mimpi CEO Tesla Elon Musk tentang taksi robot yang bisa digunakan semua orang memang masih jauh dari kenyataan.
Namun, mobil listrik ramping yang digerakkan kecerdasan buatan (AI) kini memenuhi Consumer Electronics Show (CES) 2026, menampilkan janji untuk membebaskan manusia dari kebosanan saat mengemudi.
Melepaskan kendali kemudi tidak lagi sekadar fantasi.
Taksi robot Waymo di Amerika Serikat dan Apollo Go dari China telah membuktikan keandalan pengemudian otonom sepenuhnya, di mana tanggung jawab berada pada mesin, bukan manusia.
Pesaing pun cepat bermunculan. Uber memperkenalkan robotaxi Lucid, dengan rencana mengoperasikan armada ini di San Francisco akhir 2026.
Tensor, perusahaan rintisan dari Silicon Valley, mengembangkan mobil penumpang Level 4 (pengalaman otonom sepenuhnya).
Disebut sebagai "mobil robot pribadi pertama di dunia," kendaraan mewah ini dilengkapi 34 kamera, lima laser lidar, dan lebih dari seratus sensor, dengan harga sekitar USD 200.000.
Persetujuan regulasi dan penerimaan masyarakat tetap menjadi tantangan utama.
"Dari sisi teknologi, itu sudah ada. Namun, dari sisi hukum dan tanggung jawab masih area abu-abu," kata Direktur Pemasaran Ambarella Pier Paolo Porta, dilansir AFP, Senin (19/1).
Meski begitu, proyek industri terus berkembang.
Perkembangan ini banyak dibantu kemajuan AI yang memungkinkan komputer mengemudi lebih efisien.
Qualcomm pun memiliki proyek perangkat lunak pengemudian otonom berbasis AI yang didukung chip Snapdragon.
Sementara itu, Nissan mengumumkan rencana mengintegrasikan perangkat lunak pengemudian otonom AI dari startup Inggris, Wayve, ke sebagian besar kendaraannya. (*)
Jangan lewatkan video populer ini:




