Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta

merahputih.com
14 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan bahwa rekaman langkah kaki "smartwatch" Kopilot Pesawat ATR 42-500 Muhammad Farhan Gunawan yang terhubung pada ponsel merupakan data bulan lalu saat mengunjungi Yogyakarta.

Hal ini, menurut Mohammad Syafii, telah disampaikan pada pihak keluarga Farhan.

"Kami dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan, bahkan Tim Siber ikut juga, ini setelah dikonfirmasi ternyata itu adalah rekaman beberapa bulan yang lalu pada saat yang bersangkutan jalan-jalan di Jogja," kata Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1).

"Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast," kata dia.

Baca juga:

2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi

Sebelumnya beredar keterangan dari kerabat Kopilot Farhan yang mendeteksi langkah pria itu pada smartwatch. Data aktivitas itu tampak di layar ponsel yang ditemukan.

Sementara itu, Basarnas terus memaksimalkan periode waktu krusial atau golden time pencarian dengan penuh harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi.

Syafii melaporkan tim petugas gabungan selama empat hari masa operasi SAR menghadapi kondisi yang tidak mudah, seperti lokasi kejadian yang berada di medan yang sangat ekstrem berupa tebing curam berkedalaman sekitar 500 meter dari puncak yang berketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kondisi tersebutlah yang membuat tim membutuhkan teknik pencarian dan evakuasi khusus, baik bagi tim SAR darat maupun udara menggunakan armada helikopter dan pesawat Caracal.

"Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” ucapnya.

Syafii lalu mengajak masyarakat mendoakan keselamatan tim petugas gabungan yang tengah bertugas mencari dan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan medan ekstrem. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
El Rumi dan Syifa Hadju Bakal Lamaran Minggu Ini, Catat Tanggalnya!
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Ini yang jadi Alasan Kuat Timnas Iran Mundur dari Pentas Piala Dunia 2026
• 16 jam lalufajar.co.id
thumb
CEO Bali United ungkap alasan pinjamkan Yabes Roni ke Persis Solo
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Kondisi Hunian Sementara di Sumbar: dari Batang Anai-Kota Padang Hampir Rampung
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Plt Sesjen MPR Tekankan Peran Arsip sebagai Aset Negara dan Memori Bangsa
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.