HARIAN FAJAR, TAKALAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar, mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk merehabilitasi Rumah Dinas Bupati yang mengalami kerusakan struktural pada bagian atap dan kayu penyangga.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Takalar Budiarrosal menyatakan bahwa kerusakan pada rumah dinas tersebut sudah sangat memprihatinkan. Bagian paling terdampak berada di elemen atas bangunan yang sebagian besar berbahan kayu dan sudah mengalami pelapukan.
“Untuk kegiatan rehabilitasi fisik saja, dananya sekitar Rp2 miliar. Jika ditotal dengan penyusunan desain teknis dan pengawasan, totalnya melebihi Rp2 miliar,” jelas Budiarrosal, Selasa, 20 Januari 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan dari APBD 2025 sebagai bagian dari program pemeliharaan aset daerah. Pemkab menyebutkan, pemulihan rumah dinas tersebut penting karena posisinya strategis secara fungsional dan historis.
Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan, tetapi juga memastikan kelestarian elemen asli bangunan. Oleh karena itu, metode restorasi akan dilakukan secara hati-hati, dengan pendekatan konservasi berstandar.
Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Takalar Qemal Nippi, menyebut proyek ini terdiri dari tiga komponen utama. Ketiganya meliputi penyusunan Detail Engineering Design (DED), jasa pengawasan profesional, serta pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan sangat teliti dalam pemilihan material dan teknik pengerjaan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian estetika serta keutuhan nilai sejarah yang melekat pada bangunan.
“Proses rehabilitasi ini diharapkan meningkatkan kualitas struktur sekaligus melestarikan nilai historisnya. Rumah dinas itu merupakan warisan penting yang layak dinikmati oleh masyarakat Lebak dan generasi berikutnya,” ucap Qemal.
Pemerintah juga menargetkan proses rehabilitasi selesai tepat waktu dan tidak melebihi anggaran yang telah ditentukan. Pengawasan ketat akan dilakukan untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan. (mgs)




