Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Banten mengamankan satu ekor binturong (Artcrictis binturong) yang masuk ke pemukiman warga di Kampung Rancaranji, Desa Kramatlaban, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten pada Selasa (20/1).
Kepala Seksi BKSDA Wilayah I Banten, Tuwuh Rahadianto, mengatakan hewan yang masuk ke dalam satwa dilindungi tersebut langsung dievakuasi usai ditangkap oleh warga lantaran sempat masuk ke dalam rumah salah seorang warga.
"Ada laporan masyarakat sekitar jam 9 pagi, ada binturong yang masuk ke pemukiman warga dan masuk ke salah satu rumah. Selanjutnya sama si pemilik rumah dibantu warga lain berusaha menangkap dan berhasil. Kemudian menghubungi kami, dan bersama Damkar Kabupaten Serang kami lakukan evakuasi terhadap binturong tersebut," kata Tuwuh melalui sambungan telepon, Selasa (20/1).
Binturong tersebut, kata dia, akan menjalani proses rehabilitasi dan pengecekan kesehatan untuk memastikan kondisinya sebelum nanti dilepas liarkan kembali ke habitatnya di alam.
"Kondisinya saat ini hidup dan sehat. Akan direhabilitasi, kita cek kesehatannya sampai betul-betul siap dilepasliarkan. Dan kami nanti akan mencari tempat yang layak agar terhindar dari konflik dengan manusia. Nanti kita survei dulu tempat mana yang cocok untuk pelepas liarannya," ungkapnya.
Untuk itu, Tuwuh mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di areal hutan untuk segera melapor ke BKSDA atau pun damkar bila menemukan binturong maupun satwa dilindungi lainnya masuk ke areal pemukiman.
"Karena statusnya yang masuk ke dalam satwa rentan atau terancam punah, kami imbau kepada masyarakat apabila menemukan binturong atau satwa dilindungi lain agar melapor ke kami atau damkar juga boleh. Jangan melakukan tindakan yang dapat melukai satwa tersebut apalagi sampai berlebihan yang bisa membuat satwa mati karena ada ancaman pidananya berdasarkan peraturan pemerintah," kata dia.
Binturong merupakan hewan sejenis musang dengan ukuran lebih besar dan bentuk tubuh mirip beruang. Hewan yang biasa disebut "beruang musang" itu memiliki penyebaran di hutan tropis yang ada di Pulau Jawa.
Dikatakan Tuwuh, sampai saat ini pihaknya belum memiliki data jumlah populasi binturong di wilayah Banten, termasuk lokasi penyebarannya ada di hutan mana saja.
Akan tetapi, lanjut Tuwuh, dalam satu bulan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 3 ekor binturong dari beberapa daerah di Provinsi Banten dengan kondisi yang berbeda.
"Kami belum memiliki data terkait binturong di Banten, tapi nanti kami akan lakukan inventarisasi. Intinya binturong hidup di hutan di Pulau Jawa, dan kemungkinan juga hidup di hutan-hutan yang ada di Banten," ucap Tuwuh.
"Bulan ini kami sudah mengevakuasi sebanyak 3 ekor. Di mana 1 ekor merupakan penyerahan dari warga Cilegon, dan 2 ekor lainnya hasil yang ditangkap warga karena masuk permukiman atau binturong liar di Pandeglang dan Serang. Untuk yang dari Pandeglang saat dievakuasi sudah dalam keadaan mati," tandasnya.



