Manohara mengungkap fakta mengejutkan mengenai sang ibu, Daisy Fajarina.
Manohara menyebut hubungannya dengan sang ibu tidak berjalan harmonis sejak masih kecil. Daisy disebut Manohara sangat manipulatif dan memaksanya menikah dengan Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra.
Selain memaksanya untuk melakukan berbagai hal yang tak ia kehendaki, Manohara juga menyebut ibunya mempermainkan agama.
Daisya yang selama ini mengaku sebagai seorang Muslim yang taat, ternyata pernah dibaptis dan memeluk agama Kristen.
Namun, Manohara menyebut agama itu dianut oleh Daisy bukan karena keimanan, melainkan demi mendekati lingkungan wanita Kristen kaya di gereja untuk menguntungkan dirinya.
"Video ini menunjukkan ibu saya dibaptis. Pada saat itu, ia menghabiskan kehidupan sosialnya di sekitar wanita-wanita Kristen kaya, dan berpindah agama menguntungkannya di lingkungan tersebut," tulis Manohara dalam unggahan yang dilihat Selasa (20/1).
"Inilah mengapa saya mengatakan agama, seperti hal lainnya, adalah alat baginya. Agama diadopsi, dipraktikkan, dan dibuang tergantung pada apa yang bisa ia peroleh. Karena tidak ada yang nyata baginya. Semuanya bersifat transaksional. Semuanya adalah alat," lanjutnya.
Selain mempermainkan agama, Daisy juga disebut Manohara memaksanya menjalani berbagai ritual yang menjadi pengalaman pahit dan membekas hingga meninggalkan trauma begitu mendalam di diri Manohara.
"Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini menimbulkan traumatis dan terus membekas dalam diri saya hingga dewasa," akunya.
Manohara juga menegaskan bahwa praktik ilmu hitam yang dilakukan ibundanya melenceng dari ajaran agama Islam atau agama mana pun.
"Saya ingin memperjelas satu hal. Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam," pungkasnya menegaskan.





