BEKASI, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, 16.858 kepala keluarga (KK) masih terdampak banjir hingga Selasa (20/1/2026) pukul 17.00 WIB.
Bahkan, ratusan keluarga terpaksa mengungsi akibat genangan air yang belum surut di sejumlah wilayah.
“Ini tersebar di 27 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Bekasi,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.
Baca juga: Remaja Tewas Tenggelam Saat Terobos Banjir di Bekasi
Untuk menangani warga terdampak, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyiapkan 10 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah desa.
Wilayah yang masih terdampak banjir meliputi Kecamatan Muara Gembong, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Cabangbungin, Sukakarya, Pebayuran, Tambelang, Sukatani, Karang Bahagia, Kedungwaringin, hingga Cikarang Timur.
“Di wilayah pesisir utara, tepatnya di Desa Pantai Harapan Jaya, Pantai Sederhana, Jayasakti, dan Pantai Bakti, ketinggian muka air (TMA) masih berkisar 10 hingga 60 sentimeter,” kata Dodi.
Sementara itu, Kecamatan Babelan menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan.
Dodi menyebut, banjir menggenangi Desa Buni Bakti dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter, serta Desa Muara Bakti, Hurip Jaya, Kedungjaya, dan Kedungpengawas dengan TMA berkisar 20 hingga 50 sentimeter.
Genangan juga meluas di Kecamatan Sukawangi dan Cabangbungin.
Di Sukawangi, banjir merendam Desa Lenggahsari dengan TMA mencapai 110 sentimeter, Desa Setiajaya hingga 100 sentimeter, serta Desa Jayalaksana dan Sukajadi.
Baca juga: Ratusan Warga Masih Mengungsi di Rusun Semper Barat meski Banjir Sudah Surut
Sementara di Kecamatan Cabangbungin, banjir tercatat terjadi di Desa Suka Makmur dan Sukakarya dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
Di wilayah tengah dan selatan Kabupaten Bekasi, banjir menggenangi Desa Sukabakti di Kecamatan Pebayuran dengan TMA hingga 80 sentimeter, serta Desa Sukaraya dan Bojongsari.
“Kecamatan Karang Bahagia juga terdampak, tepatnya di Desa Labansari dan Cipayung, meski ketinggian air relatif lebih rendah, yakni 10 hingga 20 sentimeter,” ujar Dodi.
Selain permukiman warga, BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 2.807,55 hektare.
BPBD bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, PMI, relawan kebencanaan, dan aparat desa terus melakukan pendataan, evakuasi warga, pendistribusian bantuan logistik, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan lanjutan.
“Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, mengingat curah hujan di Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi,” kata Dodi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




