Rupiah Melemah, Ini Dampaknya ke Kehidupan Sehari-hari

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pelemahan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian lantaran mencatatkan level terlemahnya sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026.
 
Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah tren indeks dolar AS yang justru melemah. Tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap faktor domestik, terutama terkait arah kebijakan fiskal serta isu independensi bank sentral.
 
Mengutip Channel News Asia, sepanjang Januari rupiah tercatat melemah hampir 2 persen dan masuk dalam jajaran mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia berkembang.

Tren negatif ini berlanjut setelah rupiah terdepresiasi sekitar 3,5 persen sepanjang 2025. Pada perdagangan intraday Selasa, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16.985 per USD, menjadi rekor terendah baru. Efek rupiah melemah tidak sekadar angka kurs Ketika nilai tukar rupiah melemah, dampaknya tidak berhenti pada papan kurs di bank atau money changer. Pergerakan ini memicu efek berantai yang merembet ke berbagai sektor ekonomi dan pada akhirnya memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.
  Baca juga: Mengapa Rupiah Tertekan Meski Dolar AS Melemah?
Berikut sejumlah dampak rupiah melemah yang paling sering dirasakan, seperti yang dirangkum dari laman Sahabat Pegadaian: 1. Harga barang impor ikut terkerek naik Depresiasi rupiah membuat harga barang impor menjadi lebih mahal. Produk seperti elektronik, obat-obatan, hingga bahan baku industri harus dibeli dengan biaya lebih tinggi karena transaksi dilakukan dalam dolar AS.
 
Kondisi ini mendorong kenaikan harga jual di pasar domestik, sehingga konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk barang yang sama. 2. Biaya produksi dalam negeri meningkat Tidak sedikit perusahaan di dalam negeri yang masih bergantung pada mesin, suku cadang, atau bahan baku impor. Saat rupiah melemah, biaya produksi ikut melonjak.
 
Kenaikan biaya ini pada akhirnya dibebankan ke konsumen melalui penyesuaian harga produk, terutama pada sektor manufaktur dan konsumsi. 3. Tekanan inflasi semakin terasa Pelemahan rupiah sering kali memperkuat tekanan inflasi. Pelaku usaha menaikkan harga lebih cepat sebagai langkah antisipasi terhadap biaya yang terus meningkat.
 
Akibatnya, harga barang dan jasa naik lebih luas, sementara kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin tergerus. 4. Daya beli masyarakat menurun Pendapatan masyarakat mungkin tidak berubah secara nominal, tetapi nilainya menyusut secara riil. Dengan jumlah uang yang sama, masyarakat hanya bisa membeli barang dan jasa dalam jumlah lebih sedikit dibanding sebelumnya.
 
Penurunan daya beli ini menjadi salah satu dampak paling nyata dari rupiah melemah dalam kehidupan sehari-hari. 5. Pola konsumsi berubah dan lebih hemat Saat harga-harga meningkat, masyarakat cenderung menyesuaikan pola konsumsi. Pembelian barang non-esensial ditunda, dan pilihan beralih ke produk yang lebih terjangkau.
 
Perubahan perilaku ini turut memengaruhi perputaran ekonomi, khususnya di sektor ritel dan konsumsi rumah tangga.
 
Pelemahan rupiah memang dipengaruhi banyak faktor, baik global maupun domestik. Namun yang paling penting, dampaknya nyata dan langsung dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, memahami efek rupiah melemah dapat membantu kamu lebih siap mengelola keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menperin Pastikan Ketersediaan Bahan Baku bagi Industri Kecil-Menengah
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Asing Terciduk Diam-diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Cetak Rekor
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Keluarga Nilai Janggal, Polda NTT Lakukan Ekshumasi Jasad Delfi Korban Kecelakaan 1 Tahun Lalu
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
LamiPak Indonesia Dorong Integrasi Program Susu Gratis dalam MBG
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Zodiak Dapat Kesempatan Emas: Gemini Fokus, Scorpio Bangkit
• 4 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.