FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Korban kedua jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi ke posko AJU Desa Tompo Bulu, Kecamatan, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026) malam.
Hal ini diungkapkan Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, saat memimpin ekspose peristiwa didampingi Kasi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, Kapolres Pangkep AKBP Muh. Husni Ramli, dan yang lainnya.
“Ini korban kedua berjenis kelamin perempuan. Ini dimulai evakuasi pada pukul 11.00 WITA tadi. Sampai di puncak pukul 17.15 WITA,” ujar Danrem dalam keterangannya.
Andre mengatakan bahwa sekitar pukul 20.00 WITA korban telah sampai di posko AJU.
Lanjut dia, setelah dicek oleh Tim DVI Polda Sulsel, korban berjenis kelamin perempuan itu langsung dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.
“Pukul 20.30 langsung dibawa ke RS Bhayangkara. (Identitas) Tim melihat dan dipastikan berjenis kelamin perempuan,” ucapnya.
Andre bilang, jarak antara korban kedua ini dengan korban yang pertama ditemukan berkisar 500 meter.
“Jarak antara korban kedua dan pertama sekitar 500 meter,” kuncinya.
Sebelumnya diberitakan, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, meminta agar Tim SAR Gabungan yang kerahkan ke lereng gunung Bulusaraung tetap berhati-hati.
Ia menekankan seluruh tim yang telah dipetakan tugas-tugasnya tetap melapor setiap waktu. Sekecil apapun barang yang ditemukan.
Untuk diketahui, saat ini total tujuh Tim khusus pencari yang bergerak di sekitar lereng gunung Bulusaraung. Mereka mencari korban dan serpihan pesawat.
Hal ini ditegaskan Sultan saat apel persiapan pemberangkatan tim SAR gabungan di Posko AJU Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Selasa (20/1/2026).
“Per satu jam laporkan koordinatnya, biar kita tahu jalurnya,” ujar Sultan di hadapan 7 tim yang diberangkatkan pada Selasa pagi.
Sultan tidak lupa memberikan apresiasinya kepada warga pencari madu yang bersedia terlibat dalam proses pencarian korban.
“Masyarakat yang terlibat, terimakasih banyak. Sekali lagi safety, safety, safety. Kita ini penolong, bukan untuk ditolong. Korban tetap korban, jangan sampai menambah korban,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, menekankan agar seluruh tim memahami tugasnya dengan baik.
“Tim ekor pesawat, tugasnya mencari ekor pesawat dan black box yang ada di sana. Semua harus tau tugasnya, terutama dan tim,” ucap Abi.
Ia menegaskan bahwa meskipun cuaca dalam keadaan kurang mendukung, namun setiap celah harus dimanfaatkan demi mendapatkan korban lainnya.
“Kita kejar watu, sekecil apapun laporan. Tidak ada yang tidak melaporkan, harus bisa laporan bagaimana pun laporan,” terangnya.
(Muhsin/fajar)




