BGN Cabut Izin 10 SPPG yang Main Mata Jual-Beli Titik Dapur

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 10 Satuan Pelayanan Promosi Gizi (SPPG) yang terbukti melakukan jual-beli titik dapur. Hal ini seiring tingginya minat masyarakat menjadi mitra SPPG.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya baru-baru ini menghapus atau me-rollback 10 SPPG yang terbukti diperjualbelikan, untuk mencegah program ini menjadi sarana transaksi ilegal.

“Ada juga beberapa pihak, seperti contohnya kemarin kami menghapus atau me-rollback 10 SPPG yang diketahui itu diperjualbelikan. Jadi kami hapus saja daripada kemudian itu menjadi tempat di mana orang menjual beli titik, kita akan berikan kepada yang serius,” ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat Komisi IX DPR, Selasa (20/1/2026).

Dadan menuturkan BGN mendorong banyak pihak untuk membantu program ini, sehingga satu yayasan bisa mengelola hingga 10 SPPG. Alhasil, program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu cepat dikenal masyarakat.

Menurut Dadan, tingginya antusiasme masyarakat membuat banyak orang meninggalkan bisnisnya untuk bergabung dengan BGN. Akibatnya, portal pendaftaran mitra harus ditutup karena jumlah pendaftar sudah melebihi kebutuhan.

Dia menjelaskan, mitra yang masuk namun tidak menunjukkan progres atau tidak melaporkan kegiatan selama 60 hari akan di-rollback. Mitra yang serius biasanya kembali dengan bukti kegiatan, sehingga hak mereka dikembalikan.

Baca Juga

  • BGN Setop 10 SPPG Bermasalah Imbas Keracunan MBG
  • BGN Targetkan Penerima MBG Tembus 55 Juta per 8 Januari, Punya 19.188 SPPG
  • BGN Targetkan 8.200 SPPG di Daerah 3T, tapi Baru 190 Dapur pada Tahun Ini

Adapun untuk menampung keluhan masyarakat, BGN membuka layanan pengaduan 24 jam Sahabat Gizi 127 (Sagi 127) yang telah beroperasi lebih dari dua bulan.

“Jadi bagi siapa saja yang memiliki keluhan silahkan menghubungi Sahabat Gizi 127 dan akan dilayani selama 24 jam,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, BGN mencatat realisasi anggaran yang telah diserap untuk program makan bergizi gratis (MBG) mencapai Rp18 triliun per 20 Januari 2026.

Adapun, program ini telah menjangkau 58,3 juta penerima manfaat dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar per 19 Januari 2026. Pada periode yang sama, jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG telah mencapai 21.102 unit.

Dadan menyebut BGN menjadi salah satu badan atau kementerian yang sudah bisa merealisasikan anggaran dengan nilai jumbo. Mekanismenya, dana tersebut turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG, dengan alokasi 70% untuk pembelian bahan baku, 20% untuk operasional termasuk gaji relawan, dan 10% untuk insentif seluruh mitra yang ikut program makan bergizi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masterplan CitraLand City CPI Buktikan Keunggulan di Kawasan Asia Pasifik Regiona
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Bertemu PM Inggris, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Maritim hingga Pendidikan
• 21 menit laluokezone.com
thumb
Menhub Beberkan Sulitnya Evakuasi Pesawat ATR di Maros: Medan 80 Derajat, Black Box Belum Ditemukan
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Sule Santai Hadapi Gugatan Warisan Teddy Pardiyana: Dia Nggak Mau Kerja!
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ricky Harun Terseret Isu Karaoke Bareng LC, Donna Harun: Abaikan Saja Biar...
• 21 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.