YERUSALEM, KOMPAS.TV - Pasukan Israel pada Selasa (20/1/2026) menargetkan sedikitnya dua fasilitas United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) di Yerusalem Timur.
Aksi ini menandai langkah paling drastis Israel dalam kampanye menekan badan PBB yang selama puluhan tahun menyediakan layanan kemanusiaan bagi jutaan pengungsi Palestina di kawasan tersebut.
Kru pembongkaran mulai membuldoser kantor UNRWA di kawasan Sheikh Jarrah, sementara aparat keamanan menembakkan gas air mata ke sebuah sekolah vokasi UNRWA di Qalandia, pinggiran Yerusalem.
Baca Juga: Hizbullah Tuduh AS dan Israel Eksploitasi Protes di Iran
Insiden tersebut terjadi di tengah penerapan undang-undang baru Israel yang melarang UNRWA beroperasi di wilayah yang didefinisikan Israel, termasuk Yerusalem Timur.
Direktur UNRWA untuk Tepi Barat, Roland Friedrich mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa kru pembongkaran dan polisi tiba di markas UNRWA Yerusalem Timur sejak pagi.
Meski staf UNRWA sudah hampir setahun tidak beroperasi dari lokasi itu karena alasan keamanan, tetapi aparat Israel tetap menyita perangkat dan memaksa keluar petugas keamanan swasta yang menjaga kompleks.
“Apa yang kami saksikan hari ini adalah puncak dari dua tahun hasutan dan langkah-langkah terhadap UNRWA di Yerusalem Timur,” kata Friedrich dikutip dari Associated Press.
Ia menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional yang menjamin perlindungan fasilitas PBB.
Pada Selasa sore, pasukan Israel juga menembakkan gas air mata ke sekolah vokasi UNRWA di Qalandia.
Lebih dari 300 pemuda pengungsi Palestina mengikuti pelatihan kerja di bidang teknologi dan pengelasan di fasilitas tersebut.
UNRWA memperingatkan pembongkaran dan penggerebekan berisiko mengganggu operasional pusat vokasi Qalandia serta fasilitas kesehatan di kamp Shua’fat, yang hingga kini masih melayani pendidikan dan layanan medis.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, pembongkaran dilakukan untuk menegakkan undang-undang baru yang melarang UNRWA, dengan alasan Israel memiliki lahan fasilitas tersebut.
Pemerintah Israel juga menolak klaim pelanggaran hukum internasional.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran Siap Tempur Hadapi AS-Israel, Persediaan Rudal Ditingkatkan!
Israel selama ini menuduh UNRWA memiliki bias anti-Israel dan menjalin hubungan dengan kelompok militan, termasuk Hamas—tuduhan yang dibantah keras oleh PBB.
UNRWA menyatakan memiliki mekanisme ketat untuk menyingkirkan staf yang diduga terlibat kelompok bersenjata.
Larangan UNRWA dan Eskalasi TekananPenulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- Israel UNRWA
- Yerusalem Timur
- kantor UNRWA dibuldoser
- sekolah vokasi Qalandia
- konflik Israel Palestina
- UNRWA Sheikh Jarrah




