JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana kawasan Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, mulai ramai pengunjung menyambut Tahun Baru Imlek.
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Vihara Dharma Jaya Toasebio, sebuah kelenteng bersejarah yang terletak di jantung kawasan Pecinan tersebut.
Pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (20/1/2026), beberapa petugas tengah melakukan penggantian lampion baru di langit-langit vihara.
Baca juga: Jelang Imlek 2026, Pemprov DKI Akan Gelar Jakarta Light Festival di Bundaran HI
Sementara itu, beberapa umat yang beribadah terlihat hilir mudik keluar masuk area vihara.
Beberapa turis juga sempat terlihat mengunjungi vihara bersama seorang pemandu wisata untuk mempelajari budaya Tionghoa di Indonesia.
Namun, meski dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua, persiapan menyambut Imlek di vihara ini ternyata dilakukan dengan cara yang sederhana.
Andi, salah satu Pengurus Vihara Dharma Jaya Toasebio mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan yang berlebihan atau perubahan drastis pada tahun ini.
"Enggak ada. Bersih-bersih biasa aja. Enggak ada persiapan khusus buat Imlek, kan sudah biasa. Tradisi tahunan aja enggak jauh beda," ujar Andi saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Meski begitu, perbaikan tetap dilakukan pada sejumlah bagian, seperti lampion dan pengecatan sejumlah titik bagian gedung.
"Paling diganti-ganti lampion yang baru-baru ya diganti aja. Kadang-kadang kita lagi cat ulang kan beberapa titik gedung," jelas dia.
Baca juga: Rano Karno Tinjau Persiapan Imlek di Glodok, Soroti Penataan Kawasan dan Parkir Liar
Pekan ini juga akan dilakukan agenda sakral, yaitu ritual pembersihan patung dewa di dalam vihara.
Pembersihan patung-patung dewa itu memabg memiliki jadwal khusus sesuai penanggalan Tionghoa.
"Nqnti palingan tanggal 2 bulan 12 penanggalan Cina, atau tanggal 24 (Januari) baru bersih-bersih patung dewa-dewa. Di elap-elapin," ujar Andi.
Pada tahun baru Imlek, vihara ini tidak hanya dipadati oleh umat yang ingin bersembahyang, tetapi juga wisatawan mancanegara.