Macron: UE tak boleh ragu gunakan mekanisme anti-paksaan

antaranews.com
19 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa, mengatakan bahwa Eropa "tidak boleh ragu" untuk menggunakan mekanisme perdagangan anti-paksaan jika Amerika Serikat (AS) menindaklanjuti ancaman tarif yang terkait dengan ketegangan atas Greenland.

"Mekanisme anti-paksaan adalah instrumen yang ampuh, dan kita tidak boleh ragu untuk menggunakannya dalam lingkungan yang sulit saat ini," kata Macron di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Dia mengatakan Uni Eropa (UE) dapat dipaksa untuk pertama kalinya mengaktifkan instrumen yang dirancang untuk melawan intimidasi ekonomi oleh negara ketiga.

"Kita dapat berada dalam situasi untuk menggunakan mekanisme anti-paksaan untuk pertama kalinya, terhadap Amerika Serikat, jika mereka mengenakan tarif tambahan," katanya. "Bisakah Anda bayangkan itu? Ini gila."

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mengenakan tarif 10 persen pada barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari, naik menjadi 25 persen pada Juni, hingga ada kesepakatan untuk "pembelian Greenland secara lengkap dan total."

Para pemimpin Eropa menolak ancaman tersebut dan menegaskan kembali solidaritas dengan Denmark.

Macron juga menekankan bahwa Eropa harus tetap tenang tetapi tegas, menolak "hukum yang terkuat" dalam hubungan ekonomi global.

Menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar terhadap kedaulatan teritorial adalah "pada dasarnya tidak dapat diterima," kata Macron, menambahkan bahwa Eropa harus melindungi diri dari "agresivitas dan ketidakpastian yang tidak berguna."

Dia mengatakan perjanjian perdagangan AS berupaya untuk "melemahkan dan menundukkan" Eropa, dan memperingatkan bahwa perang dagang dan eskalasi proteksionis "hanya akan menghasilkan pihak yang kalah," sambil menyerukan kerja sama yang lebih erat antara Eropa dan AS untuk mengatasi ketidakseimbangan ekonomi dengan China.

Mekanisme anti-koersi, yang diadopsi oleh Uni Eropa pada 2023, memungkinkan blok tersebut untuk membalas negara-negara yang menggunakan pembatasan perdagangan atau investasi untuk menekan negara-negara anggota secara politik.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump 'murka' Macron enggan masuk Dewan Gaza, ancam tarif 200 persen

Baca juga: Respon tarif AS soal Greenland, Macron desak terapkan Anti-Koersi UE

Baca juga: Presiden Prancis Macron kecam ancaman tarif AS terkait Greenland


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah Tahun 2026? Cek Jadwal dan Penjelasannya
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Comeback EXO Bukan Kaleng-Kaleng, Konsep Ikonik Ini Kembali Dihidupkan, Bikin Fans Flashback!
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Haji 2026, Alissa Wahid Senang Dengar Penambahan Petugas Haji Wanita di Tahun Ini
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Manchester City Telan Dua Kekalahan Beruntun, Pep Minta Pemainnya Move On
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Fraksi Golkar MPR Fokus Isu Pendidikan, Obligasi Daerah, Kesejahteraan Rakyat
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.