PM Kanada: Era rivalitas kekuatan besar, taat tak jamin aman

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Perdana Menteri Kanada Mark Carney memperingatkan bahwa dunia kini memasuki era rivalitas kekuatan besar, di mana kepatuhan demi menghindari masalah tidak lagi menjamin keamanan mengingat tatanan berbasis aturan internasional kian memudar.

“Dengan jujur, hampir setiap hari kita diingatkan bahwa kita hidup dalam era rivalitas kekuatan besar, bahwa tatanan berbasis aturan semakin pudar, bahwa yang kuat melakukan apa yang mereka mampu dan yang lemah harus menanggung akibatnya,” kata Carney dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WWF), Selasa.

Menurut Carney, menghadapi logika tersebut, banyak negara terdorong untuk “ikut arus”, menyesuaikan diri, mengakomodasi, dan menghindari konflik dengan harapan kepatuhan akan membeli keselamatan. “Itu tidak akan berhasil,” tegasnya.

Baca juga: Komisi Eropa: Pasukan siap amankan Arktik, tarif Trump keliru

Ia menilai bahwa strategi berkompromi demi ketenangan jangka pendek itu justru tidak lagi relevan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan persaingan antarnegara besar, yang semakin terbuka dan tanpa tedeng aling-aling.

Carney juga menyoroti bahwa meskipun Kanada selama ini berpartisipasi dalam apa yang disebut tatanan internasional berbasis aturan, Ottawa menyadari bahwa tatanan tersebut sebagian merupakan “kisah semu”.

“Kami tahu cerita tentang tatanan internasional berbasis aturan itu sebagian tidak sepenuhnya benar, bahwa negara terkuat akan membebaskan diri mereka sendiri ketika menguntungkan, bahwa aturan perdagangan ditegakkan secara asimetris, dan bahwa hukum internasional diterapkan dengan tingkat ketegasan yang berbeda-beda, tergantung pada siapa yang dituduh atau siapa korbannya,” ujar Carney.

Ia mengakui bahwa banyak negara, termasuk Kanada, selama ini ikut menjalani “ritual” sistem tersebut dan cenderung menghindari mengungkap jurang antara retorika dan kenyataan. Namun, menurutnya, kesepakatan diam-diam semacam itu kini tidak lagi bisa dipertahankan.

“Kesepakatan itu tidak lagi bekerja,” tambahnya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Menkeu AS imbau Eropa tak balas ancaman tarif atas Greenland

​​​​​​​


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Deretan Banjir di Pulau Jawa Awal 2026 yang Menelan Korban Jiwa, dari Jakarta hingga Pati
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pendaftaran TKA Dibuka, Nilainya Bisa Digunakan Seleksi SMP-SMA Jalur Prestasi
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Menkeu Purbaya Kejar Penyelundup Beras Impor di Kepulauan Riau
• 22 jam lalumerahputih.com
thumb
Update Evakuasi Pesawat ATR 42-500, Jasad Korban Pertama Sudah di Wilayah Maros
• 13 jam lalufajar.co.id
thumb
Bentuk Perhatian, Gubernur Sulsel Telah Alokasikan Rp2,5 M Anggaran Operasional Pencarian ATR42-500
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.