Modifikasi Cuaca Ekstrem Jelang Imlek, Rano Karno: Kalau Enggak, Aduh...

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengantisipasi banjir menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada Februari 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, salah satu langkah yang dilakukan adalah modifikasi cuaca menyusul adanya prediksi curah hujan tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Karena, maaf, hujan ini BMKG juga masih meramalkan bisa sampai Februari derasnya," kata Rano saat meninjau persiapan Imlek di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Musim Hujan Datang, Dinkes DKI Diwanti-wanti soal Ancaman Super Flu dan DBD

Tanpa adanya intervensi modifikasi cuaca, curah hujan yang turun di Jakarta bisa mencapai intensitas yang sangat ekstrem.

Termasuk, curah hujan beberapa waktu terakhir yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah Jakarta.

"Ini kalau enggak dimodifikasi cuaca, aduh... Kemarin turunnya itu di atas 200 mili (milimeter), hampir 300 mili. Makanya ya terjadi banjir. Itu realita yang ada," ucap dia.

Oleh karena itu, Rano mengapresiasi dukungan dari DPRD DKI Jakarta yang telah menyepakati anggaran dan pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut demi mencegah banjir saat perayaan Imlek.

"Kita terima kasih dari teman-teman Dewan sepakat untuk melakukan modifikasi cuaca," ujar dia.

Selain upaya rekayasa cuaca, kesiapsiagaan pengendalian banjir di oleh petugas juga dimaksimalkan.

Ia menyebut jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) atau Pasukan Biru bekerja 24 jam tanpa henti untuk menjaga pintu air dan pompa.

Baca juga: Kamal Jadi Titik Banjir Terparah, Pemkot Jakbar Akan Bangun Pintu Air Baru

"Tapi semua pasukan, ya mungkin teman-teman bisa lihat di IG (Instagram) lah, Sumber Daya Air kita bahkan enggak ada yang tidur," kata dia.

Rano bahkan menceritakan kondisi di lapangan di mana para petugas rela beristirahat seadanya di lokasi-lokasi rawan genangan demi respons cepat saat hujan.

"Mereka standby semua, tidur bahkan di truk segala macam di segala sudut. Nah artinya apa? Kita bekerja," ucap dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Upaya mitigasi banjir ini pun disebut terus menjadi prioritas Pemprov DKI mengingat padatnya agenda perayaan di awal tahun, mulai dari Imlek hingga Idul Fitri.

"Kita menghadapi Imlek, kemudian kita akan Ramadhan, kita akan Idul Fitri. Wah itu artinya kita harus mempersiapkan segala sesuatunya,"kata Rano.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Terima Laporan Iran Siap Menyerang Pangkalan AS, Washington Peringatkan: Jangan Bermain-main dengan Trump
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo: Inggris Dukung Rencana RI Bangun 1.500 Kapal Ikan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Hukum kemarin, Bupati Pati Sudewo tersangka hingga sita Rp2,6 miliar
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Lonjakan Belanja Online Picu Modus Kejahatan Siber Baru yang Incar Saldo Rekening
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Jadi Sorotan Menkeu Purbaya, sang Menteri Sebut Ada Pengaruh Tekanan Global
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.