Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau JMA Syariah menargetkan pendapatan kontribusi tumbuh sekitar 20% pada 2026.
Direktur Utama JMA Syariah Basuki Agus menyebut dengan target pertumbuhan itu, perseroan membidik pendapatan kontribusi kurang lebih senilai Rp360 miliar.
“Kalau produksi di tahun 2026 kita targetnya naik 20% dari realisasi tahun 2025. Jadi kalau 2025, Rp295 miliar dikalikan ke 120% lah, kira-kira sekitar Rp360 miliar,” ucapnya dalam acara Public Expose, Selasa (20/1/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Agus membeberkan strategi yang diterapkan adalah pihaknya tetap akan memperluas dan mempertahankan bisnis yang sudah ada dan memang memberikan hasil yang positif terhadap perusahaan.
Dia melanjutkan, khusus asuransi kesehatan pihaknya akan tetap mempertahankan produk-produk yang ada, sehingga belum ada rencana untuk membuat atau memasarkan produk-produk baru atau new business.
“Kemudian kalau yang lain kita memang sedang memaksimalkan kanal individu produk-produk yang retail, itu yang kita sedang kembangkan,” sebut Agus.
Lebih jauh, untuk strategi pemasaran ke depan Agus berujar perseroan akan tetap menggunakan teknologi yang ada, tetapi bukan insurance technology (insurtech). Namun, dia menyebut JMA Syariah tetap akan mengikuti perkembangan AI.
“Kita teknologi hanya sebagai tools yang akan dipakai oleh marketing kita, sehingga teman-teman marketing cukup dengan handphone-nya sudah bisa jualan dengan produk-produk yang ada digital,” tuturnya.
Sebagai informasi, sepanjang 2025 JMA Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi Rp295,71 miliar, meningkat 16,56% dari Rp253,70 miliar. Adapun, laba bersih perseroan pada 2025 meningkat 42,91% menjadi Rp4,03 miliar dari Rp2,82 miliar.





