Korupsi Wali Kota Madiun dan Bupati Pati: Ketika Kepala Daerah Tidak Pernah Belajar...

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi lagi, kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah.

Kali ini adalah Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo.

Mereka berdua ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu yang bersamaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wali Kota Madiun, Maidi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerasan dengan modus fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Ia juga disebut menerima gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Salah satu temuan KPK terkait kasus ini berkaitan dengan proyek pemeliharaan jalan Paket II di Kota Madiun dengan nilai Rp 5,1 miliar.

Dari nilai tersebut, jatah untuk Maidi disebut sebesar 6 persen.

Baca juga: Terbongkarnya Skandal Wali Kota Madiun: Memeras dengan Dalih CSR hingga Minta Fee ke Pengusaha

Ada juga soal gratifikasi senilai Rp 1,1 miliar dalam rentang waktu 2019-2022 yang dilakukan Maidi.

Sedangkan Bupati Pati, Sudewo, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Kabupaten Pati.

Sudewo disebut menarik tarif Rp 165-225 juta untuk setiap pengisian calon perangkat desa.

Tarif korup itu disertai dengan ancaman oleh Sudewo jika tidak mengikuti ketentuan maka formasi tidak akan dibuka pada tahun berikutnya.

Atas kelakuannya tersebut, Sudewo melalui Sumarjono telah mengumpulkan duit pemerasan sebesar Rp 2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di Kecamatan Jaken.

Mereka bukan kepala daerah pertama yang terlibat kasus korupsi, padahal belum genap setahun menjabat.

Pada tahun 2025, KPK telah menjaring lima kepala daerah, mereka adalah Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, dan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

Baca juga: Kronologi OTT KPK terhadap Wali Kota Madiun yang Diduga Peras dan Minta Fee

Namun seolah tak belajar dari kasus sebelumnya, masih ada kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Masalah Integritas

Program Officer Democratic and Participation Governance Transparaency International Indonesia, Agus Sarwono mengatakan, kembali tertangkapnya kepala daerah oleh KPK membuktikan adanya krisis integritas di pimpinan daerah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemendagri Dorong Percepatan Pembagian Keuangan Pengungsi Sumatra
• 7 jam laluidntimes.com
thumb
Wakil Ketua Komisi I DPR Desak BSSN Susun Peta Ancaman Siber Nasional yang Dinamis dan Strategis
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kejagung Dalami Pelanggaran 28 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera
• 23 jam laludisway.id
thumb
Pertamina Adera Field Cetak Rekor Produksi Minyak Tertinggi Sejak 1983
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Korlantas Nilai Penerapan e-BPKB Dapat Tekan Potensi Pemalsuan
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.