Menteri PU Targetkan tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda saat Ramadhan

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Dody menargetkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda saat memasuki bulan suci Ramadhan.

"Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadhan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan maksimal,” ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga
  • Berikut Daftar 28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar, yang Izinnya Dicabut Prabowo
  • Danantara, FHCI, dan Alumni FE USU Salurkan Logistik untuk Penghuni Huntara Aceh
  • Bantu Korban Bencana di Aceh, UGM Hadirkan Energi Surya dan Huntara

Saat ini, ujar Dody, Kementerian PU tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Progres pembangunan telah mencapai 98,75 persen dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.

Dody mengatakan, huntara di Aceh Tamiang dibangun menggunakan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat. Metode tersebut memungkinkan pembangunan dilakukan dengan cepat di tengah kondisi pascabencana.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Pembangunan ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1," lanjut Dody.

Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi dengan total luas bangunan 2.052 meter persegi. Huntara tersebut terdiri atas tujuh blok hunian dan satu mushola. Sebanyak 114 modul dibangun untuk menampung 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa, lengkap dengan 42 unit MCK, area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, serta toren air.

Sistem pendukung air bersih berasal dari sumur bor dan tandon. Sementara itu, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek dan pasokan listrik berasal dari PLN.

Dody menekankan, penyelesaian huntara sebelum Ramadan merupakan bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana,” kata Dody.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Jelang Akhir Januari 2026
• 4 jam laludisway.id
thumb
Kasus Pemerasan Jabatan Desa di Pati, Selain Sudewo, KPK Juga Tetapkan 3 Kades Sebagai Tersangka
• 12 jam laludisway.id
thumb
Digitalisasi BPR Dorong Pertumbuhan dan Perluas Dampak ke Daerah
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Interaksi Ricky Harun dan Herfiza Jadi Sorotan Usai Diguncang Isu Miring
• 23 jam lalufajar.co.id
thumb
Menkeu Purbaya Bertemu Juda Agung, Terkait Tukar Menukar Jabatan di Kemenkeu?
• 15 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.