Purbaya Bakal Monitor Anggaran MBG Rp 355 T: Kami Cek Mana yang Pemborosan

katadata.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tidak akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp 335 triliun. Purbaya mengatakan akan memonitor penggunaan angaran MBG untuk mencegah efisiensi dan pemborosan.

“Minggu depan akan saya lihat line per line apa sih anggaran mereka. Nanti kami lihat mana yang duplikasi, double counting, segala macam, kami lihat. Mana yang mungkin, mana yang enggak (mungkin), mana yang pemborosan atau enggak, itu kami lihat,” kata Purbaya di kawasan Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (20/1).

Dari monitoring tersebut, kata Purbaya, ia akan mengetahui pos anggaran yang efisien maupun sebaliknya. “Kami akan lihat yang inefisien, tapi program itu program bagus kami akan dukung supaya jalannya maksimal,” kata dia.

Sedangkan, Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan realisasi anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) sudah mencapai Rp 17,39 triliun per hari ini, Selasa (20/1). Jumlah ini terhitung sejak 8 Januari lalu atau hari pertama program MBG berjalan pada 2026.

“Mendekati Rp 18 triliun, mungkin ini salah satu badan atau kementerian yang sudah bisa merealisasikan anggaran sebesar itu,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1).

Dia menyebut anggaran tersebut langsung masuk ke kantong kas satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Anggaran ini 70% digunakan untuk membeli bahan baku, 20% untuk membiayai operasional, termasuk gaji relawan, dan 10%nya untuk insentif bagi seluruh mitra yang terlibat.

Dadan menyebut per Senin (19/1) sudah ada 21.102 SPPG. Makan Bergizi Gratis juga telah menjangkau 58,3 juta penerima manfaat. Seluruh SPPG yang berdiri ini dibiayai sepenuhnya oleh mitra. Hingga saat ini belum ada uang negara yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur SPPG.

“Target SPPG di 2026 kami perkirakan 28 ribu unit aglomerasi dan 8.617 unit di daerah terpencil,” ujarnya. Secara keseluruhan, BGN menargetkan total porsi yang bisa disajikan dalam program MBG tahun ini sebanyak 21 miliar.

BGN mencatat alokasi anggaran yang dikeluarkan untuk program MBG sebanyak Rp 855 miliar per hari. Anggaran ini didistribusikan ke seluruh Indonesia dengan besaran alokasi yang sama.

“Jadi BGN untuk 12 hari saja sudah mengirim uang Rp 9 triliun ke 19.188 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG),” kata Dadan kepada Katadata, Kamis (6/1).

Dengan jumlah tersebut, Dadan memprediksi BGN akan mengeluarkan anggaran Rp 17 triliun untuk MBG sepanjang Januari 2026. Jumlahnya akan naik Rp 2 triliun menjadi Rp 19 triliun pada Februari. Sementara untuk Maret Rp 20 triliun, April Rp 21 triliun, Mei prediksi anggarannya Rp 22-23 triliun.

“Nanti kalau sudah mencapai 82,9 juta penerima manfaat, maka uang yang beredar setiap hari untuk program MBG iti Rp 1,2 triliun setiap hari,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Kamis (6/1).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korban Pesawat ATR di Jurang 200 Meter Berhasil Dievakuasi Menggunakan Heli Basarnas
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pasar Saham Tertekan, IHSG Dibayangi Gejolak Global
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
ATR/BPN Cabut HGU Enam Perusahaan SGC, Lahan Dikembalikan ke TNI AU
• 2 menit lalutvrinews.com
thumb
17 Provinsi Terancam Hujan Sangat Deras hingga Angin Kencang
• 13 jam laluidntimes.com
thumb
Prakiraan Cuaca 21 Januari 2026: Jabodetabek Hujan Ringan hingga Diserai Petir
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.