Pemangkasan Beasiswa Pemuda Tangguh, Eri Pastikan Bantuan UKT Tepat Sasaran

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya merespons bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) beasiswa Pemuda Tangguh yang tidak lagi menanggung penuh, tapi diseragamkan menjadi Rp2,5 juta untuk dua semester.

Eri menegaskan, Surabaya dibangun dengan gotong royong yakni bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu, sehingga mereka yang mampu jangan mengatakan tidak mampu.

“Ingat loh, ketika kita memberikan bantuan pemuda tangguh ada yang sampai Rp10 juta per bulannya ditanggung Pemkot. Tapi juga ada warga miskin yang tidak bisa sekolah, karena uang pemerintah habis untuk membayar 10 juta sampai 7 juta, tapi beliau termasuk orang yg mampu. Adil atau tidak?” tegasnya.

Dengan kondisi seperti itu, ia mempertanyakan mana jiwa Pancasila di Surabaya, karena orang yangvmampu justru pembayaran kuliahnya dibebankan ke Pemkot Surabaya.

“Kita diajarkan Soekarno untuk saling membantu, gotong royong, karena beliau bapak bangsa. Tapi hari ini kita lupa, kita selalu mengatakan ingin dibantu, mengorbankan saudara-saudara kita yahg lainnya,” ucapnya.

Eri mengatakan, Pemkot sudah menekan MoU dengan perguruan tinggi di Surabaya, yakni orang-orang yang tidak mampu mendapat bantuan UKT sampai dengan Rp2,5 juta.

“Saya pastikan, kalau njenengan termasuk orang yang dalam kategori tidak mampu, maka saya pastikan tidak akan pernah ada UKT di atas itu, karena perguruan tinggi menjadi tanggung jawab saya di Surabaya,” tuturnya.

Namun, ia meminta tolong kepada warga jangan sampai yang mampu minta bantuan, agar yang tidak mampu mendapatkan jatahnya.

“Kalau mampu jangan sekali-sekali seakan-akan tidak mampu. Lihat saudara kita yang tidak bisa kuliahkarwnaw membutuhkan yang namanya biaya, tapi kita punya mobil, punya motor, tapi kita minta bayar sampai Rp10 juta,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengaku sudah mengambil langkah tegas untuk gotong royong dalam membantu warga yang benar-benar membutuhkan.

Eri juga memastikan, ketika sampai saat ini ada warga miskin tapi tidak mendapat bantuan tersebut, bisa memberikan data kondisi rumah atau ekonominya saat ini, untuk memastikan bantuan beasiswa.

“Saya nyuwun tulung, kalau njenengan merasa tidak mampu, datang ke saya, saya lihat rumah njenengan, kalau rumah itu membutuhkan, saya hari ini pastikan kampus tidak akan membayar lebih dari angka itu, karena MOU nya seperti itu dengan kampus. Saya tunggu, rumahnya mana, butuh atau tidak,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di Pademangan Jakut: 7 Lapak Barang Bekas Ludes, Diduga Akibat Korsleting
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Dibuka Turun 0,44 Persen Pagi Ini, Rupiah Melemah ke Rp 16.956/Dolar AS
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
PT. SMI Resmikan Fasilitas MCK untuk Warga Konga NTT
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Kemendikdasmen Buka Pendaftaran TKA SD dan SMP Tahun 2026
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Ratusan Rumah di Chile Hancur Imbas Kebakaran Hutan
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.