Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sektor properti dinilai masih dapat mengandalkan insentif PPN DTP yang diperpanjang tahun tahun ini dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah.
Direktur PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) menilai pelemahan nilai tukar rupiah belum memberikan dampak langsung terhadap kinerja perseroan. Hal ini sejalan dengan struktur biaya pengembangan properti Metland yang mayoritas masih mengandalkan material dalam negeri.
Manajemen MTLA menjelaskan bahwa penggunaan bahan bangunan lokal membuat eksposur perseroan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah relatif terbatas.
Kendati demikian, perseroan tetap mencermati potensi dampak tidak langsung dari pelemahan rupiah, terutama apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang.
Selain itu, MTLA juga berupaya mengoptimalkan berbagai stimulus pemerintah untuk menopang permintaan properti. Salah satunya melalui pemanfaatan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang dinilai masih menjadi katalis positif bagi minat beli masyarakat.
“Perseroan memaksimalkan momentum stimulus pemerintah seperti PPN DTP serta memperkuat program pemasaran agar minat beli tetap terjaga di tengah tantangan daya beli,” ujarnya kepada Bisnis dikutip, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga
- AREBI Perkuat Sertifikasi Agen Properti
- Paradise Properti (INPP) Andalkan Proyek Hunian Vertikal Kerek Marketing Sales
- Bos Lippo Pede Pasar Properti Moncer di 2026, Ini Alasannya
Sementara itu, Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, menjelaskan memasuki 2026, Menteri Keuangan Purbaya optimistis Indonesia akan memasuki babak baru pertumbuhan ekonomi yang didukung kebijakan fiskal yang tepat, suku bunga perbankan yang rendah, serta sinergi sektor publik dan swasta.
Industri properti turut menunjukkan sinyal positif seiring kebijakan pemerintah berupa insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) hingga 100% untuk pembelian rumah sepanjang 2026 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, subsidi bunga KPR, dan stimulus lainnya.
Sejalan dengan program pemerintah tersebut, pengembang menindaklanjuti dengan menghadirkan promo Free PPN di sejumlah hunian.
"Kami mengajak masyarakat untuk segera bergerak dan memanfaatkan promo TaxFreeSeason 2026," katanya.
Promo Free PPN tersedia untuk beragam tipe dan ukuran properti ready stock dengan jadwal serah terima tahun 2026, didukung kemudahan skema pembayaran yang fleksibel seperti Supercash, tunai bertahap, hingga KPR, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/1556073/original/002500100_1579853353-Bali_United.jpg)

