Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan peninjauan standar operasional di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (21/1).
Ketua BPOM, Taruna Ikrar beserta jajarannya nampak meninjau secara menyeluruh mulai dari cara penyimpanan bahan baku, sanitasi, proses memasak, kadar nilai gizi, hingga sertifikasi yang dimiliki oleh SPPG Polri Cipinang. Peninjauan ini dilakukan sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 06.54 WIB.
Jajaran BPOM bersama Kasatgas MBG Polri, Irjen Pol Nurworo Danang beserta jajarannya menengok dapur SPPG Polri Cipinang. Terlihat produk MBG berjejeran dan turut ditampilkan kadar gizi yang berbeda-beda antar menu MBG untuk ibu hamil & menyusui, anak kelas besar, anak kelas kecil, hingga balita.
Peninjauan ini diakhiri dengan pemberian buku antar kedua instansi. BPOM memberikan buku-buku pedoman mengenai program MBG, sementara Polri memberikan buku menu SPPG Polri Cipinang.
Hasil peninjauan, berdasarkan keterangan Taruna Ikrar, menunjukkan SPPG Polri Cipinang memiliki standar operasional dengan kualitas yang baik. Dalam segi sertifikasi, SPPG ini telah memiliki sertifikat laik Higiene Sanitasi yang menandakan terpenuhinya standar kebersihan, sanitasi, dan higienitas agar pangan layak dikonsumsi. Selain itu, terdapat juga sertifikat halal.
Di sisi lain, dalam hal penyimpanan bahan baku pada umumnya dibagi dua yaitu bahan yang kering dan bahan yang basah. Untuk bahan yang basah memiliki ketentuan suhu penyimpanan. Mengenai hal ini, kata Taruna Ikrar, SPPG Polri Cipinang telah memenuhi standar.
"Kami cek, ada yang bisa cukup di 4 derajat Celcius, ada yang harus di bawah 0 misalnya 18 atau minus 20 derajat Celcius. Ya itu semua sudah disiapin secara bagus," ujar Taruna Ikrar kepada wartawan usai peninjauan SPPG Polri Cipinang.
Selain itu, proses memasak, para penyaji atau tukang masak, hingga aspek sanitasi diakui Taruna Ikrar telah memenuhi standar. Ia juga menjelaskan menu yang dibuat oleh SPPG Polri Cipinang pada pagi hari ini.
"Kami melihat tadi ada pisang, ayam goreng, terus kemudian ada tempe, kemudian setelah itu ada nasinya, nasi kuning," terang Taruna Ikrar.
Taruna Ikrar mengaku standar operasional tidak hanya telah dipenuhi oleh SPPG Cipinang Polri, tetapi juga melampaui standar. Aspek kimia dari SPPG ini membuat Taruna Ikrar berujar memberikan nilai A+ atas standar operasional yang ada.
"Nah, tapi ada yang satu melebihi standar, yaitu screening terakhirnya, pengecekan test-nya sebelum dibagi. Yaitu ada pengecekan kimia dan kimiawinya, Arsen kemudian formalin dan sebagainya. Itu nilai plus. Jadi kesimpulannya nilai yang kami berikan adalah A+," kata Taruna Ikrar.
Meski begitu, Taruna Ikrar mengaku tidak membeda-bedakan standar antar SPPG baik oleh masyarakat, LSM, Pemda, dan sebagainya. Standar itu perlu disamakan agar tidak terjadi adanya keracunan dan hal-hal berbahaya.
"Jadi kesimpulannya standarnya sama semuanya karena kita tidak bisa main-main dengan standar. Kalau di bawah standar kan berbahaya," ucap Taruna Ikrar.




