BRIN gandeng UTS Australia guna perkuat kapasitas periset Indonesia

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng University of Technology Sydney (UTS) dalam rangka memperkuat kapasitas periset Indonesia, melalui penandatanganan perjanjian kerja sama program pascasarjana berbasis riset (Degree by Research).

"Kerja sama ini adalah langkah konkret dan komitmen bersama BRIN dan UTS untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas SDM, khususnya setelah penandatanganan MoU pada Juli 2024 di Sydney," kata Kepala BRIN Arif Satria melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Arif menjelaskan skema Degree by Research (DBR) merupakan salah satu instrumen penting untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.

Ia menekankan peningkatan kualitas periset menjadi fondasi utama dalam mendorong penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, yang berdampak langsung bagi pembangunan.

Baca juga: BRIN siapkan Rumah Inovasi Indonesia untuk perkuat hilirisasi riset

Arif memaparkan kolaborasi BRIN dan UTS dibangun atas kerja sama aktif yang telah berlangsung sejak 2023. Sejumlah bidang riset strategis telah digarap bersama, mulai dari tata kelola, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, hingga pengembangan platform digital berbasis AI (kecerdasan buatan) dan IoT (Internet of Thing) untuk sektor pangan laut biru.

Pada 2024 ruang lingkup kolaborasi diperluas mencakup biodiversitas laut, bioteknologi kesehatan, keamanan pangan dan hasil laut, serta riset perubahan iklim.

Ia juga menekankan bahwa BRIN secara konsisten membuka berbagai skema penguatan kapasitas, seperti post-doctoral, visiting researcher, dan kunjungan riset bersama, yang tidak hanya ditujukan bagi periset BRIN, tetapi juga bagi mitra industri dan akademisi.

"Program DBR ini diharapkan mampu mempertemukan kekuatan dan sumber daya dua institusi unggulan, sehingga dapat melahirkan periset dan pakar yang semakin andal, adaptif, dan berdaya saing global," ujar Arif Satria.

Baca juga: BRIN dan Danantara perkuat sinergi riset percepat hilirisasi nasional

Dalam perjanjian BRIN dan UTS tersebut, kedua pihak sepakat menyelenggarakan program PhD berbasis riset dengan skema mode jarak jauh.

Skema ini memungkinkan kandidat tetap menjalankan aktivitas riset di Indonesia, sekaligus terhubung secara akademik dengan UTS melalui sistem pembimbingan, supervisi, dan evaluasi yang mengikuti standar pendidikan tinggi di Australia.

Peserta program juga memiliki kesempatan untuk melakukan kunjungan riset ke UTS hingga enam bulan setiap tahun kalender, sesuai dengan kebutuhan akademik dan riset.

Ruang lingkup kerja sama meliputi seleksi dan pembimbingan bersama kandidat, pengembangan topik riset interdisipliner, pemanfaatan fasilitas riset, serta pelaksanaan riset yang selaras dengan Program Prioritas Nasional Indonesia.

Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat kolaborasi riset dan pendidikan dengan Jepang




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alissa Wahid Minta Petugas Haji Harus Menjadi Sumber Rasa Aman dan Nyaman Bagi Jemaah Haji
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Dorong Daerah Optimalkan Pemanfaatan Stadion
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengenal Gunung Bulusaraung, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kenalkan Raden Raka, Ketua RW Gen Z dari Cimahi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dengan Teknik Rappeling
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.