Pramono Bakal Berlakukan WFH dan Pembelajaran Jarak Jauh Jika Jakarta Banjir

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pemprov DKI Jakarta akan memutuskan penerapan WFH dan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik jika terjadi banjir di Jakarta.

Pramono Bakal Berlakukan WFH dan Pembelajaran Jarak Jauh Jika Jakarta Banjir. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyoroti curah hujan tinggi di Jakarta yang terjadi pada 17-18 Januari 2026. Hujan tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan dan pemukiman warga terendam banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia berharap kondisi serupa tidak terulang kembali, khususnya pada hari kerja. Pramono menyebut bahwa pihaknya saat itu tidak menerapkan work from home (WFH) lantaran banjir terjadi saat libur panjang.

Baca Juga:
Pramono Siapkan Sembilan Waduk Baru untuk Kurangi Banjir Jakarta

"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Namun, bila kejadian serupa terjadi pada hari kerja, Pemprov DKI Jakarta akan memutuskan penerapan WFH. Hal ini juga berlaku untuk peserta didik untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca Juga:
Jakarta Bakal Diguyur Hujan Lebat, Pramono Perintahkan Operasi Modifikasi Cuaca Lima Hari

"Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) demi mencegah hujan turun intensitas tinggi. Jakarta bahkan menyiapkan anggaran selama satu bulan untuk pelaksanaan OMC.

Baca Juga:
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Resmikan Waduk Batu Licin Berkapasitas 92 Ribu Kubik Air

"Operasi modifikasi cuaca itu anggarannya dipersiapkan sampai dengan satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, tiga hari. Kenapa itu kami lakukan? Kami tidak ingin kemudian apa ya, karena ini memang cuaca ini lagi ekstrem sekali," ujarnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pantau Armada hingga Gudang Secara Real-Time, Ini Strategi Digital PalmCo Tekan Biaya Logistik
• 7 jam laludisway.id
thumb
Perjuangan Tim SAR Evakuasi Korban Pesawat ATR di Jurang 200 Meter
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Dasco: Usulan Nama Thomas Djiwandono Bukan Keinginan Presiden Prabowo, Murni dari Gubernur BI
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ledakan Hantam Restoran China di Afghanistan, 7 Orang Tewas
• 23 jam laluidntimes.com
thumb
Temui Purbaya, Menteri Imipas Minta Anggaran Bapas Ditambah Juga soal PNBP
• 21 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.