Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah karangan bunga sebagai bentuk protes atas penanganan dugaan kekerasan oleh pelatih basket berinisial IV sempat terpampang di depan SMAK St. Louis 1 Surabaya, Jalan Polisi Istimewa 7, Keputran, sejak awal Januari 2026 lalu. Kasus dugaan kekerasan ini tengah ditangani oleh Perbasi Jawa Timur.
Dikonfirmasi lewat nomor telepon yang tertera di web resmi SMAK St. Louis 1 Surabaya, perwakilan sekolah menyampaikan bahwa belasan karangan bunga bernada sindiran itu merupakan bentuk apresiasi kepada pihak sekolah. “Karangan bunga itu adalah bentuk apresiasi untuk sekolah kami,” ujar perwakilan sekolah.
Saat ditanya perihal adanya kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pelatih basket berinisial IV kepada para murid dan undangan klarifikasi dari Perbasi Jatim, pihak sekolah menyampaikan bahwa permasalahan tersebut sedang ditangani pihak internal sekolah. “Itu (kasus kekerasan) sudah ditangani secara internal oleh sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati, mengatakan pihaknya sudah mendengar isu dugaan kekerasan yang ada di SMAK St. Louis 1 Surabaya. Evi menjelaskan bahwa masalah tersebut saat ini sudah ditangani oleh Perbasi Jatim.
“Kami sudah berkomunikasi dengan mereka, karena Perbasi Jatim hanya bisa mengeluarkan sanksi sebatas aturan federasi. Jika sampai ke ranah hukum, sudah bukan kewenangan kami,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, puluhan karangan bunga dengan berbagai macam tulisan berjejer di depan SMAK St. Louis 1 Surabaya, Jalan Polisi Istimewa 7, Tegalsari, beberapa waktu terakhir. Pantauan Beritajatim di lokasi pada Kamis (14/1/2026), sejumlah karangan bunga menyebut satu nama, yaitu Ivan, yang ditengarai sebagai pelatih tim basket SMAK St. Louis 1 Surabaya.
“Terima kasih Coach Ivan, menjadikan anak-anak kita jadi kuat dan tidak alay,” tulis salah satu pengirim karangan bunga.
Beberapa karangan bunga lainnya bertuliskan dukungan dan pujian ke SMAK St. Louis 1 Surabaya dengan menggunakan pantun.
“Jalan-jalan ke Surabaya Kota, jangan lupa mampir Tunjungan Plaza. Sinlui 1 memang tiada duanya, pendidikan bermutu bangga semuanya,” tulis pengirim bunga yang mengaku sebagai alumni Sinlui 1 tahun 1996.
Sejumlah warga sekitar mengetahui bahwa karangan bunga di depan SMAK St. Louis 1 Surabaya mulai dipasang sejak Jumat (9/1/2026) kemarin. Dari informasi yang dihimpun Beritajatim, karangan bunga yang dikirimkan tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari orang tua siswa bahkan alumni terhadap peristiwa dugaan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu tenaga pendidik mereka.
“Ada rekaman bocor, salah satu tenaga pendidik melakukan kekerasan kepada siswa. Namun, diduga pihak sekolah tidak memberikan respons atau tindakan apa pun,” kata salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya. (ang/kun)



