Isak Tangis Saat Jenazah Pramugari ATR Florencia Diserahkan ke Keluarga

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Polda Sulsel menyerahkan jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500, yang terjatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kepada keluarga, Rabu (21/1). Isak tangis keluarga tak terbendung ketika peti jenazah diserahkan.

Jenazah Florencia diserahkan langsung oleh Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Muhammad Haris, didampingi manajemen Indonesia Air Transport, kepada ayah almarhumah.

Di tengah suasana duka itu, kakak dari Florencia, Felix, mengucapkan banyak terima kasih kepada tim yang terlibat proses pencarian, evakuasi dan identifikasi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, TNI–Polri, Biddokkes Polda Sulsel, KKP, serta secara khusus kepada perusahaan tempat adik kami bekerja, yaitu Indonesia Air Transport (IAT) dan Angkasa Pura, serta seluruh pihak yang telah berusaha keras menemukan adik kami," ujar Felix saat ditemui di RS Bhayangkara Makassar.

"Kami mengucap syukur atas apa yang telah dikerjakan untuk kami, sehingga adik kami bisa ditemukan," sambungnya.

Ia mengatakan, akan segera membawa peti jenazah ke Jakarta untuk dimakamkan. "Kami akan segera membawanya ke Jakarta," ucap Felix dengan suara tertahan.

Dalam kesempatan ini, Felix juga tidak lupa mendoakan agar korban lain dalam tragedi pesawat ATR tabrak gunung agar segera ditemukan dan dievakuasi. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 8 korban pesawat nahas tersebut.

"Kami terus berdoa untuk keluarga korban lainnya agar diberi kekuatan seperti kami, dan semoga mereka juga segera menemukan saudara dan kerabatnya, sehingga kita semua bisa kembali ke tempat masing-masing membawa pulang orang-orang yang kita cintai," tuturnya.

Pramugari Florencia ditemukan di jurang dengan kedalaman 500 meter dari puncak gunung, pada Senin (19/1) kemarin. Jenazah baru dapat dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara pada Selasa (20/1) malam.

Tak butuh lama, tim DVI gabungan dengan cepat berhasil mengidentifikasi korban kedua tersebut. Dari hasil pemeriksaan sidik jari data gigi properti dan hingga ciri medis, menunjukkan jenazah adalah Florencia.

"Jenazah dengan nomor postmortem PM 62B.01 cocok dengan antemortem AM004 dan teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, perempuan, usia 33 tahun, beralamat di Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur," kata Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr. Haris saat jumpa pers.

Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri Brigjen Pol Mashudi menambahkan, kondisi jenazah masih relatif baik sehingga memungkinkan dilakukan pemeriksaan sidik jari secara optimal.

"Papiler pada sidik jari masih bisa terbaca, sehingga kami langsung mengambil sidik jarinya," kata Mashudi.

Ia menjelaskan, identifikasi tidak hanya mengandalkan peralatan, tetapi juga diperkuat dengan pembuktian ilmiah melalui pencocokan data antemortem dan postmortem.

"Kami melakukan pembandingan dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan mencocokkannya dengan data pembanding," ujarnya.

Mashudi menyakini bahwa kantong jenazah yang diserahkan Basarnas tersebut adalah Florencia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sertifikat Girik hingga Letter C Tak Berlaku Mulai Februari, BPN Beri Solusi Supaya Tanah Tak Diambil Negara
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Oknum Guru yang Cabuli Belasan Siswa SD di Pamulang Akhirnya Diamankan Polisi
• 23 jam laluinsertlive.com
thumb
Lokasi Diduga Black Box ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Curam
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Profil Manusia Silver yang Jadi Model Catwalk, Viral Penghasilannya Mendadak Melonjak Drastis!
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 21 Januari 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.