Pasuruan (beritajatim.com) – Penataan lingkungan di sekitar area makam Habib Saleh Al-Haddad atau Mbah Sangeng kini telah memasuki babak baru yang lebih modern dan tertata. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghapus kesan kumuh di pusat Ibu Kota Kabupaten Pasuruan tersebut.
Proyek pembangunan infrastruktur terintegrasi ini menelan anggaran sebesar Rp9,2 miliar guna mengubah wajah Kelurahan Bendomungal. Kawasan yang dulunya padat dan kurang tertata kini bertransformasi menjadi area yang nyaman bagi para peziarah serta masyarakat lokal.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori atau Gus Shobih, menekankan bahwa penanganan ini juga menyentuh aspek ekonomi dan kesejahteraan sosial warga. “Masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh selama ini kesulitan dalam air bersih, listrik, hingga sanitasi,” ujar Gus Shobih.
Pembangunan di lahan seluas 11,85 hektar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung mulai dari taman bermain hingga pusat kuliner. Kehadiran playground dan foodcourt baru ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan religi yang berkunjung ke Bangil.
Selain memperbaiki sarana umum, kolaborasi pemerintah juga fokus pada perbaikan hunian warga melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sinergi dengan PDAM Giri Nawa Tirta turut memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi setiap rumah di Bendomungal.
[irp posts=”1466569″ ]
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta seluruh warga untuk berperan aktif dalam merawat fasilitas yang telah diresmikan. “Setelah permukiman diresmikan masyarakat mohon dijaga karena ini merupakan lingkungan yang harus kita pelihara bersama,” tutur Khofifah.
Program intervensi ini tidak hanya menyasar pada pembangunan jalan paving dan selokan, namun dilakukan secara menyeluruh hingga ke jamban keluarga. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa pola integrasi seperti ini akan terus diterapkan di berbagai daerah lain secara bertahap.
Transformasi kawasan Mbah Sangeng kini menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Masyarakat diharapkan dapat menjaga estetika lingkungan baru ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka waktu yang panjang. [Ada/aje]



