JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat, Sahruna, mengakui bangunan yang kini dijadikan tempat penyimpanan obat dan vaksin sementara mengalami kerusakan.
Sahruna menjelaskan, Puskesmas Grogol Petamburan menjadi lokasi penyimpanan sementara dengan kondisi infrastruktur yang tidak sepenuhnya layak.
"Penyimpanan vaksin yang tidak layak, terkait gedungnya yang terdapat retak di tembok, bocor di pipa hidrant dan atap. Tapi kami sudah lapor ke pihak yang terkait pemeliharaan gedung," kata Sahruna saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Gudang Obat HIV dan Vaksin di Jakbar Dianggap Tak Layak, Ini Penjelasan Sudinkes
Sementara itu, kapasitas gudang penyimpanan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat juga sangat terbatas.
"Tempat penyimpanan vaksin juga terlalu kecil dan sempit sehingga penyimpanan coldchain disesuaikan mengikuti luas ruangan yang ada," ujarnya.
Meski begitu, Sahruna menegaskan bahwa penyimpanan obat dan vaksin di lokasi sementara tetap memenuhi standar keamanan.
"Memang ada kekurangan, tapi masih sesuai standar," ujar Sahruna.
Ia memastikan standar operasional prosedur (SOP) penyimpanan obat tetap dijalankan secara ketat dan kualitas obat serta vaksin tetap terjaga.
"Dengan ruangan yang seadanya di Puskesmas Grogol Petamburan, penyimpanan tetap dilaksanakan sesuai SOP yang berlaku, meski bangunan memang kurang memenuhi," tambahnya.
Langkah penyimpanan sementara ini dilakukan setelah gudang utama Sudinkes Jakarta Barat di Cengkareng mengalami kebakaran pada Mei 2024 akibat korsleting.
"Setelah kejadian kebakaran, karena Sudinkes tidak memiliki tempat untuk melakukan penyimpanan obat yang masih selamat dan diamankan dari kebakaran dan sebagai buffer obat, akhirnya kami meminjam ruangan di Puskesmas," tutur Sahruna.
Baca juga: 2 Penjual Tramadol Viral di Ciracas Ditangkap, Ribuan Butir Obat Keras Disita
"Hanya Puskesmas Grogol Petamburan saja yang mempunyai tempat untuk menyimpan obat program buffer Sudinkes," sambungnya.
Pemerintah Kota Jakarta Barat berencana membangun fasilitas penyimpanan baru pada tahun ini.
"Sudah direncanakan pembangunan Gudang Sudinkes Jakarta Barat. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2026," kata Sahruna.
Temuan soal lokasi penyimpanan obat yang diduga tidak sesuai standar ini disampaikan Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, dalam rapat kerja bersama Dinas Kesehatan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dalam rapat, Yudha menyebutkan hasil sidak ke fasilitas penyimpanan obat dan vaksin di Kantor Wali Kota Jakarta Barat dan Puskesmas Grogol Petamburan.
Fasilitas tersebut diklaim sangat sempit, tidak layak, dan menimbulkan bau apek, sehingga diduga tidak memenuhi standar penyimpanan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



