Indonesia Gandeng Aljazair Amankan Pasokan Bahan Baku

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Aljazair

Pupuk Indonesia dan Somiphos Tandatangani MoU Strategis untuk Memperkuat Rantai Pasok Fosfat Nasional.

Pemerintah Indonesia melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan tambang Aljazair, Somiphos, guna mengamankan pasokan fosfat sebagai bahan baku utama pupuk nasional.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Aljir, Selasa 20 Januari 2026. 

Kerja sama ini merupakan implementasi visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan melalui ketersediaan pupuk yang terjangkau bagi para petani di tanah air.

Memperkuat Hulu Industri

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang memantau langsung prosesi tersebut, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah upaya konkret negara dalam melakukan intervensi pada sisi hulu industri. 

Tujuannya adalah menekan biaya produksi sehingga harga jual di tingkat petani dapat lebih kompetitif.

"Negara harus hadir memastikan pupuk tersedia dan terjangkau. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah nyata memperkuat hulu industri agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah," ujar Sudaryono dalam keterangannya.

Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lakhal. 

Acara tersebut juga disaksikan oleh Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab, serta pejabat tinggi kedua negara.

Investasi dan Keamanan Pasokan

Fosfat memegang peranan krusial dalam produktivitas pertanian Indonesia. Selama ini, ketergantungan pada impor bahan baku kerap memengaruhi fluktuasi biaya produksi pupuk nasional.

Kemitraan yang berlaku selama 18 bulan ini mencakup:

• Kajian kelayakan teknis dan ekonomi proyek penambangan.

• Pertukaran data strategis antar kedua perusahaan.

• Penjajakan investasi bersama di bidang pengolahan fosfat di Aljazair.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa langkah ini esensial untuk menjaga stabilitas produksi. 

"Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku sehingga pupuk dapat diproduksi dan disalurkan dengan harga yang terjangkau bagi petani Indonesia," tuturnya.

Target Swasembada Pangan

Kunjungan kerja ke Aljazair yang berlangsung pada 19-21 Januari ini menandai pergeseran strategi Indonesia dari sekadar pembeli menjadi mitra pengembang di negara sumber.

Sudaryono menambahkan, dengan menguasai akses langsung ke sumber bahan baku, pemerintah berharap memiliki ruang lebih luas untuk menurunkan harga pupuk di masa depan, melengkapi kebijakan diskon 20 persen yang saat ini telah berjalan.

Melalui integrasi rantai pasok global ini, Indonesia optimis dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan dengan menjamin keberlanjutan sektor agrikultur di dalam negeri.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bertemu PM Inggris, Prabowo Bahas Kemitraan Strategis Sektor Maritim hingga Pendidikan
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Jalur Klemuk Jadi Perhatian Utama Kapolres Batu saat Cek Lokasi
• 21 jam lalurealita.co
thumb
RUPSLB PGEO Sepakati Penunjukan Ahmad Yani sebagai Dirut
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Belajar dari Dahlia Polland, Wanita Harus Punya Penghasilan Sendiri
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Gustavo Franca Resmi Gabung Arema FC, Siap Tampil Lawan Dewa United
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.