Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membahas rencana pemanfaatan lahan Meikarta sebagai lokasi pembangunan rumah susun bersubsidi.
Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara datang bersama jajaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
- Rombongan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu sekitar pukul 10.56 WIB.
- Saat tiba di KPK, Maruarar Sirait tidak memberikan pernyataan kepada awak media.
- Ara langsung masuk ke Gedung KPK tanpa menyampaikan keterangan tambahan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan pimpinan KPK menerima audiensi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Budi Prasetyo menyampaikan, “Betul, hari ini terjadwal Pimpinan KPK menerima audiensi Pak Menteri PKP bersama jajaran. Di antaranya akan membahas pemanfaatan lahan Meikarta yang rencananya digunakan untuk Rusun Bersubsidi,” ungkapnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan mendukung langkah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut.
Dukungan KPK diberikan untuk mencegah potensi penyelewengan dalam program pembangunan rumah susun bersubsidi.
Upaya Pencegahan Risiko KorupsiBudi Prasetyo menyatakan, “KPK tentunya mendukung inisiatif positif ini, agar kita bisa memitigasi risiko korupsi dengan mengoptimalkan aspek pencegahan serta fungsi koordinasi supervisi KPK,” ujarnya.
KPK berharap kerja sama antara KPK dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat berjalan dengan baik.
Sinergi tersebut diharapkan mampu membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Budi Prasetyo menyampaikan harapan, “Sehingga pemanfaatan aset untuk kemaslahatan masyarakat menjadi lebih nyata dan optimal,” katanya.




