Pasuruan (beritajatim.com) – Akses jalan dan permukiman di sejumlah titik Kabupaten Pasuruan masih terpantau lumpuh akibat genangan air yang belum juga menyusut hingga Rabu (21/1/2026) siang. Masyarakat kini mulai berfokus pada upaya pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri melalui pendirian posko bantuan makanan di tingkat desa.
Dusun Kebruan menjadi salah satu titik terparah di wilayah Desa Kedawungkulon karena level air masih tertahan di ketinggian yang cukup signifikan. Kondisi ini memaksa warga setempat menghentikan total rutinitas harian mereka demi menjaga keselamatan keluarga dan harta benda.
Pras (39), salah satu warga Kedawungkulon, menyebutkan bahwa genangan air di lingkungannya masih mencapai kedalaman satu meter. “Tadi jam 07.00 WIB, dapur umum di desa sudah mulai dibuka untuk membantu warga,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Aktivitas masak-memasak di dapur umum tersebut berlangsung sangat cepat guna mengejar waktu makan siang ribuan jiwa yang terdampak. Sebanyak 1.000 bungkus nasi siap saji dilaporkan telah terdistribusi kepada 578 kepala keluarga yang rumahnya masih terendam air.
Situasi serupa juga terlihat di Kecamatan Winongan, tepatnya di Desa Prodo, di mana warga bahu-membahu menyiapkan konsumsi bagi korban banjir. Kepala Desa Prodo, Lukman Hakim, memastikan bahwa distribusi bantuan pangan telah berjalan sejak pagi hari secara bertahap.
Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 700 paket nasi bungkus yang telah disebarkan kepada penduduk di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau kendaraan. Meski hujan mulai reda, aliran air di Dusun Jetis dan Margo Utomo terpantau masih menggenang setinggi 40 hingga 50 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa fenomena air laut pasang menjadi salah satu faktor penghambat surutnya banjir. Pihaknya terus memantau pergerakan debit air di titik-titik rawan sambil menyalurkan bantuan logistik berupa sembako mentah.
BPBD mencatat ada tiga desa yang telah mengoperasikan dapur umum mandiri untuk menjamin ketersediaan makanan bagi warga terdampak. “Bantuan sembako dari kami nanti bisa dimasak di dapur umum kemudian didistribusikan ke warga,” pungkas Sugeng menutup keterangannya. (ada/kun)


