Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan proyek pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II ruas Batang-Kandang Haur Timur akan rampung secara fisik pada kuartal I 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman, mengatakan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai penyalur gas pipa dengan industri akan dimulai pada Juni 2026.
"Cisem sesuai target, on target, dan InsyaAllah tahun ini selesai. Maret fisik sudah selesai, Juni [2026] sudah boleh jual beli gas," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Rabu (21/1).
Sementara itu, proyek pipa transmisi gas Dumai-Sei Mangkei (Dusem) baru akan memulai proses Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada tahun ini dan diharapkan dapat menyalurkan gas dari Blok Andaman pada tahun 2028.
"Dusem tahun ini mulai EPC, 2027 selesai, Insya Allah 2028 gas dari Andaman masuk," kata Laode.
Proyek pipa transmisi Cisem Tahap II dan Dusem mendapatkan alokasi anggaran dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara tahun jamak (multi years) sebesar Rp 2,36 triliun.
Rinciannya yakni untuk pipa transmisi Cisem Tahap II sebesar Rp 258 miliar untuk periode 2024-2026. Sementara anggaran Rp 2,1 triliun dialokasikan untuk pipa transmisi Dusem.
Proyek pipa Cisem sepanjang 245 km ini meliputi segmen pertama dari Batang Semarang sepanjang 67 km, kemudian segmen kedua Pemalang - Cirebon sepanjang 108 km, dan segmen terakhir Cirebon - Kandang Haur Timur sepanjang 74 km.
Rencananya, pemerintah mendorong perpanjangan proyek pipa transmisi gas Cisem tersebut dengan jalur Cirebon-Bandung dan Semarang-Solo-Yogyakarta.
Total anggaran proyek pipa transmisi Cirebon-Bandung sepanjang 132 km sebesar Rp 865,07 miliar, yakni Rp 10,94 miliar pada tahun ini, kemudian Rp 854,13 miliar pada tahun 2026.
Sementara proyek pipa transmisi Semarang-Solo-Yogyakarta sepanjang 148 km dianggarkan Rp 895,63 miliar, terdiri dari Rp 13,13 miliar dalam DIPA tahun 2025, dan sisanya Rp 882,50 miliar pada tahun 2026.


